Jokowi: Reshuffle Bisa Bulan Satu, Bisa Nanti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Jokowi sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 5 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ekspresi Presiden Jokowi sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 5 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo belum memastikan waktu perombakan kabinet. Seusai makan malam dengan wartawan, Jokowi tidak memberikan waktu yang pasti.

    "Bisa bulan satu, bisa bulan dua, bisa bulan tiga, bisa nanti," kata Jokowi di Istana Negara, Jumat, 8 Januari 2016. Jokowi enggan berkomentar lebih lanjut mengenai rencana perombakan kabinet. Seusai memberikan jawaban itu, ia langsung meninggalkan Istana Negara.

    Pekan ini, Jokowi mengingatkan agar tidak ada pihak yang mendesak atau mendiktenya mengenai reshuffle. Ia menegaskan bahwa seluruh hal yang berkaitan dengan perombakan kabinet merupakan hak prerorgratif Presiden yang tidak bisa dicampuri oleh pihak lain.

    "Saya ulangi lagi, reshuffle itu adalah hak prerogatif presiden. Jangan ikut-ikut mendorong-dorong, dikte-dikte, desak-desak. Itu hak prerogatif presiden," katanya.

    Pada awal tahun ini, sejumlah kalangan mendesak Presiden Jokowi merombak kabinetnya. Di antaranya sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mempublikasikan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Laporan yang memuat penilaian sejumlah menteri Kabinet Kerja ini dianggap sarat kepentingan politik oleh para pengamat.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.