Polisi Deteksi Keberadaan Dokter Rica, Ada di Mana?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • inforum.com

    inforum.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogykarta Brigadir Jenderal Erwin Triwanto menyatakan polisi sudah mendeteksi keberadaan dokter Rica Tri Handayani, 28 tahun. Polisi menduga dokter Rica dicuci otak oleh orang yang mengajaknya, yakni orang beraliran radikal. "Kami membuat tim khusus untuk kasus ini," kata dia,Jumat, 8 Januari 2016.

    Erwin menyatakan, dokter Rica sudah berada di luar DIY. Namun ia menolak menyebutkan lokasi tepatnya. "Model cuci otak pernah dibongkar pada 2005, sekarang muncul lagi," kata dia. Modusnya, kata Erwin, mirip. Tapi polisi belum bisa menyimpulkan adanya hubungan kasus-kasus tersebut.

    Di Yogyakarta, dalam tiga bulan terakhir ada beberapa orang yang hilang atau menghilang dan putus kontak dengan keluarga. Terakhir, hilangnya dokter asal Lampung, yaitu Rica Tri Handayani, 28 tahun. Juga, anaknya Zafran Alif Wicaksono, yang masih balita. Mereka menghilang setelah dijemput suadara sepupunya di rumah kerabatnya di Ngemplak Sleman, 30 Desember tahun lalu.

    Sebelumnya dilaporkan Diah Ayu Yulianingsih, 28 tahun, warga Perumahan Candi Gebang Permai IV No 1 Jetis 18/66 Wedomartani, Ngemplak, Sleman,  hilang bersama anaknya Raina Ayranica Calya Putri, setelah rumah mereka didatangi seorang perempuan tak dikenal, Jumat, 11 Desember 2015 lalu.

    Yang luput dari pemberitaan, hilangnya pegawai negeri RSUP dr. Sardjito berinisal ES, berumur 40-an tahun. Ia menghilang bersama suami dan anak-anaknya sejak Oktober tahun lalu.

    Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta juga menduga maraknya orang hilang belakangan ini diduga mengikikuti organisasi atau aliran radikal. Kejaksaan memang mengawasi organisasi atau aliran radikal. "Kami berkoordinasi dengan polisi jika memang mengarah ke gerakan radikal," kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi DIY, Joko Purwanto.

    Melalui Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan, Kejaksaan mengawasi banyak organisasi dan aliran yang berkembang di DIY. Tim koordinasi itu langsung dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi DIY dengan anggota perwakilan dari Pemerintah Daerah Tingkat I, Komando Resor Militer 072/Pamungkas, Kepolisian Daerah DIY, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Badan Intelijen Daerah. Tugasnya, mengantisipasi tumbuhnya kelompok radikal dibalik aliran kepercayaan dan keagamaan.

    Joko mengatakan dari hasil identifikasi timnya, ada 79 aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di DIY. Namun, dari data itu, tidak ada yang beraliran radikal. "Kami terus memantau. Untuk penyelidikan kasus orang hilang ditangani kepolisian," kata dia.

    M. SYAIFULLAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.