Ngebor Lagi, Walhi: Alasan PT Lapindo Mengada-ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi permukaan lumpur lapindo di desa Pejarakan, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 7 November 2015. PT Minarak Lapindo Jaya tidak mau membayar 80 berkas ganti rugi korban lumpur sesuai kesepakatan awal. Minarak beralasan, dulu pihaknya tidak melakukan verifikasi atas berkas-berkas tersebut. ANTARA/Zabur Karuru

    Kondisi permukaan lumpur lapindo di desa Pejarakan, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 7 November 2015. PT Minarak Lapindo Jaya tidak mau membayar 80 berkas ganti rugi korban lumpur sesuai kesepakatan awal. Minarak beralasan, dulu pihaknya tidak melakukan verifikasi atas berkas-berkas tersebut. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)  Jawa Timur menilai rencana PT Lapindo Brantas yang akan melakukan pengeboran lagi di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mengancam keselamatan ruang hidup rakyat.

    Apalagi lokasi pengeboran  berdekatan dengan wilayah warga. "Ini  sebuah petaka," kata Ony kepada Tempo, Jumat, 8 Januari 2016.

    Menurut dia Lapindo perlu belajar dari kesalahan pengeboran yang terjadi pada  29 Mei 2006 yang berakibat pada terjadinya semburan. Akhirnya wilayah seluas 800 ribu hektare di Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon terkubur lumpur.

    Kejadian yang dikenal dengan istilah tragedi Lumpur Lapindo itu juga menghancurkan kehidupan masyarakat di lebih dari 15 desa. "Sekitar 75 ribu jiwa terusir dari kampung halamannya," katanya.

    Ony juga menyebut alasan Lapindo Brantas mengebor di wilayah darat Sidoarjo untuk membayar dana talangan yang dikucurkan pemerintah buat ganti rugi korban semburan sebagai sebuah alasan yang mengada-ada.

    Ini karena Lapindo  memiliki wilayah konsesi blok Brantas yang berada di wilayah laut sangat luas,  membentang dari Kabupaten Mojokerto hingga perairan Probolinggo. "Seharusnya Lapindo bisa memilih konsesi blok yang berada di wilayah perairan," katanya.

    Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Timur Rere Christianto mengimbuhkan Lapindo memiliki kurang lebih  50 sumur pengeboran dan ada yang terletak di perairan. Seharusnya, kata dia, Lapindo  memilih sumur-sumur yang jauh dari lokasi warga. "Ini kok malah milih lokasinya dua kilometer dari lokasi bencana Lumpur Lapindo."

    Dia kemudian meminta kepada pemerintah untuk segera mencabut izin pengeboran Lapindo agar tidak bisa lagi melakukan kegiatan. "Kejadian kemarin  tidak ada efek jera dari Lapindo," ujarnya.

    Sebelumnya, Lapindo berencana melakukan pengeboran di Sumur Tanggulangin 1, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Sumur Tanggulangin 1 berada tak jauh dari pusat semburan lumpur panas Lapindo di Porong.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.