2015, Kemenlu Pulangkan 94 Ribu TKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Palmerah Jakarta, 30 Desember 2015. Kunjungan Retno Marsudi tersebut untuk berbincang santai dan silaturahmi kepada wartawan Tempo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Palmerah Jakarta, 30 Desember 2015. Kunjungan Retno Marsudi tersebut untuk berbincang santai dan silaturahmi kepada wartawan Tempo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, selama 2015, terdapat 11.242 kasus perlindungan Warga Negara Indonesia yang telah ditangani. Perlindungan WNI termasuk salah satu program prioritas Kementerian Luar Negeri pada 2015.

    "Dari jumlah tersebut, kasus yang telah diselesaikan mencapai 62 persen," ucap Retno di kantornya, Kamis, 7 Januari 2016.

    Pemerintah, ujar Retno, juga melakukan evakuasi terhadap WNI yang berada di wilayah konflik. Fasilitas repatriasi terhadap 94.529 WNI atau TKI melampaui target pemerintah sebanyak 50 ribu WNI/TKI.

    Selain itu, pemerintah melakukan evakuasi terhadap 4.830 WNI dan 177 WNA dari wilayah konflik dan bencana, yakni Yaman, Suriah, Libya, dan Nepal.

    Retno menjelaskan, jika seluruh aktivitas perlindungan WNI dijumlahkan, jumlah WNI yang tertangani sebanyak 109.382.

    "Kasus yang belum terselesaikan sebagian karena kompleksitas penanganan kasus di wilayah konflik," katanya.

    Selain perlindungan WNI, pembangunan sistem menjadi prioritas Kementerian. Beberapa upaya pembangunan yang telah dilakukan antara lain program SMS Blast untuk WNI yang bepergian ke luar negeri, pembangunan data yang telah terintegrasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, pengadaan hotline 24 jam di setiap perwakilan RI, pelatihan staf, dan pengembangan indeks perlindungan WNI untuk mengukur kinerja.

    TIKA PRIMANDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.