Ingin Damaikan Iran-Arab Saudi, Indonesia Lobi Negara Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Palmerah Jakarta, 30 Desember 2015. Kunjungan Retno Marsudi tersebut untuk berbincang santai dan silaturahmi kepada wartawan Tempo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Palmerah Jakarta, 30 Desember 2015. Kunjungan Retno Marsudi tersebut untuk berbincang santai dan silaturahmi kepada wartawan Tempo. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia telah berkomunikasi dengan sejumlah negara untuk menyikapi konflik antara Iran dan Arab Saudi. Menurut Retno, Indonesia siap memfasilitasi perdamaian di antara kedua negara tersebut. 

    "Secara proaktif Indonesia telah melakukan komunikasi dengan Arab Saudi, Iran, Malaysia, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Rusia, dan Sekretaris Jenderal OKI," ujar Retno di kantornya, Kamis, 7 Januari 2016.

    Dalam komunikasi tersebut, Indonesia meminta kepada para pihak untuk menahan diri sehingga situasi tidak memburuk. Indonesia, kata Retno, menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. "Perdamaian di sana akan sangat dipengaruhi hubungan Arab Saudi dan Iran," kata Retno.

    Meskipun bersedia menjadi pendamai, Retno mengaku tak khawatir konflik Timur Tengah mempengaruhi Indonesia secara langsung. 

    Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan sempat diminta bergabung dengan salah satu aliansi. Namun ia memastikan Indonesia netral dan mau memfasilitasi perdamaian kedua negara. 

    Hubungan Iran dan Arab Saudi memanas setelah Arab Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah. Warga Iran yang mayoritas beraliran Syiah kemudian berdemonstrasi di depan Kedutaan Arab Saudi di Teheran hingga membakar gedung kedutaan. Selepas itu, Arab Saudi menarik duta besarnya di Iran dan mengusir diplomat Iran di Jeddah. Kedua negara kemudian memutuskan hubungan diplomat.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.