Banjir dan Longsor Landa Sumatera Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Kampung Kadupadang, Ds Ramea, Kec Mandalawangi, Kab Pandeglang, menyingkirkan bongkahan kayu yang terseret banjir bandang, Senin (8/4). Banjir bandang disertai longsor terjadi setelah daerah itu diguyur hujan lebat mengakibatkan 7 rumah warga hancur tertimpa bongkahan kayu dan 14 rumah lainnya rusak berat. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Sejumlah warga Kampung Kadupadang, Ds Ramea, Kec Mandalawangi, Kab Pandeglang, menyingkirkan bongkahan kayu yang terseret banjir bandang, Senin (8/4). Banjir bandang disertai longsor terjadi setelah daerah itu diguyur hujan lebat mengakibatkan 7 rumah warga hancur tertimpa bongkahan kayu dan 14 rumah lainnya rusak berat. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.COPadang - Bencana banjir dan longsor melanda dua kabupaten di Sumatera Barat, Rabu, 6 Januari 2016. Banjir merendam ratusan rumah di Kabupaten Sijunjung dan longsor terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sijunjung Hardiwan mengatakan banjir terjadi lantaran hujan deras yang turun di Kabupaten Sijunjung sejak pukul 02.00. Akibatnya, dua sungai di Kecamatan Kamang Baru meluap dan menghantam rumah-rumah warga di tiga nagari di kecamatan tersebut.

    "Banjir merendam 276 rumah warga di tiga nagari tersebut," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Januari 2016. Menurut dia, tinggi air mencapai 1-2 meter. Namun saat ini air sudah mulai menyusut.

    Selain itu, kata Hardiwan, hujan deras menyebabkan longsor di sebelas titik di Kecamatan Kamang Baru. Tepatnya di jalan lintas Sumatera yang mengakibatkan macet total selama 50 menit. "Bisa kita atasi dengan bantuan dua alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat," katanya.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat R. Pagar Negara mengatakan longsor juga terjadi di Kilometer 59 Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu, 6 Januari 2016, sekitar pukul 06.00. Longsor menutupi seluruh badan jalan lintas utama ke Pekanbaru, Riau. "Terjadi antrean sepanjang 2 kilometer di jalan lintas Sumatera Barat-Riau itu," tuturnya.

    Menurut dia, BPBD setempat dan Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat sudah membersihkan lokasi longsor menggunakan alat berat 10.8. Kepolisian juga mengatur arus lalu lintas untuk mengantisipasi antrean panjang. "Sekitar pukul 12.00 sudah bisa dilewati kendaraan," ucapnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.