Kembali Diperiksa Bareskrim, RJ Lino Bungkam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 30 November 2015. RJ Lino diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane di PT Pelindo II. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 30 November 2015. RJ Lino diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane di PT Pelindo II. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, Richard Joost Lino, kembali diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri terkait dengan kasus pengadaan mobile crane di Pelindo II, Rabu, 6 Januari 2016. RJ Lino mendatangi gedung Bareskrim ditemani kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi, pada pukul 09.00 WIB.

    Namun sikap RJ Lino dalam pemeriksaan kali berbeda dengan pemeriksaan terdahulu. Kali ini, RJ Lino lebih tertutup. Saat keluar dari mobil, dia bergegas masuk ke kantor Bareskrim meski awak media berusaha mengkonfirmasi pemeriksaannya hari ini. Ia sama sekali tak menjawab setiap pertanyaan wartawan.

    Awak media yang sejak pagi menunggunya di depan kantor Bareskrim tak dihiraukan. Mukanya datar. Tak ada semburat senyum atau ekspresi yang biasa ditunjukkan RJ Lino seperti pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu.

    Sikap RJ Lino serupa dengan pengacaranya. Fredrich pun bergegas berlalu mengikuti RJ Lino masuk ke gedung Bareskrim. Padahal Fredrich biasanya banyak berkomentar mengenai kasus pengadaan mobile crane tersebut. Saat berjalan memasuki gedung Bareskrim, Fredrich terlihat lebih banyak merunduk.

    Sebelumnya, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Komisaris Besar Agung Setya mengatakan rencana pemeriksaan terhadap RJ Lino yang kesekian kalinya tersebut sebagai saksi kasus korupsi pengadaan mobile crane. RJ Lino terakhir kali diperiksa Bareskrim pada 30 November tahun lalu.

    Bareskrim telah menetapkan mantan Direktur Teknik Pelindo II Ferialdi Nurlan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan mobile crane ini. Ferialdi disangka dengan Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Sampai Rabu siang ini, RJ Lino masih menjalani pemeriksaan di Bareskrim. Belum ada tanda-tanda pemeriksaan akan berakhir. Awak media masih berkumpul di depan pintu masuk gedung sambil menunggu pemeriksaan RJ Lino berakhir.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara