Menang Mutlak Pilkada, Risma Jadi Narasumber Rakernas PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana berada di tengah simpatisan dan pendukung ketika memberikan pidato kemenangan Pilkada 2015 kota Surabaya di Posko Pemenangan Risma-Whisnu di Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana berada di tengah simpatisan dan pendukung ketika memberikan pidato kemenangan Pilkada 2015 kota Surabaya di Posko Pemenangan Risma-Whisnu di Surabaya, Jawa Timur, 9 Desember 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.COSurabaya- Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini diundang menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 10-12 Januari 2016. 

    Risma diagendakan berbicara pada diskusi panel Persidangan Komisi IV Bidang Pemerintahan Daerah, Senin, 11 Januari 2016, pukul 09.00-12.00. “Bu Risma akan satu panel dengan para menteri,” kata Wakil Ketua PDI Perjuangan Kota Surabaya Didik Prasetiyono, Selasa, 5 Januari 2016.

    Menteri yang dijadwalkan hadir adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pertanian Amran Soelaeman, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti

    Menurut Didik, Risma sudah mempersiapkan materi itu dengan matang, terutama terkait dengan pengelolaan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance), pengelolaan pemerintahan dengan teknologi informasi, penataan kota, reformasi birokrasi, dan juga penyelenggaraan pemerintahan bebas korupsi. “Ini sangat penting karena pemerintah daerah dengan pusat harus selaras dan sinergi satu sama lain."

    Rakernas PDI Perjuangan, kata dia, bakal memperhatikan penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia yang saat ini sedang terhambat. Salah satu alasannya karena buruk dan lemahnya birokrasi serta ketidakmerataan sumber daya alam dan sumber daya manusia di setiap daerah sehingga program pembangunan itu gagal dan terhambat. “Masalah ini harus dijawab oleh PDIP dengan penguatan sistem desentralisasi yang bersifat asimetris,” ujarnya.

    Karena itu, Rakernas PDI Perjuangan diharapkan mampu menyusun rumusan mengenai tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, mendukung kepentingan nasional, memperkuat negara kesatuan, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di setiap daerah. “Yang paling penting adalah program pembangunan yang mampu mengintegrasikan kepentingan pusat dan daerah, serta menjawab kebutuhan rakyat di daerah,” ujarnya.

    Didik menambahkan, Rakernas PDIP itu juga akan mengevaluasi serta menyusun model pembangunan di daerah-daerah perbatasan dan tertinggal dalam rangka memperkokoh kedaulatan Republik Indonesia.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.