Siti Nurbaya Soal Isu Reshuffle: Saya Fokus Bekerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BIN, Sutiyoso (kiri) berbincang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 4 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Kepala BIN, Sutiyoso (kiri) berbincang Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya sebelum rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 4 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Malang-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar tak memusingkan desas-desus soal rencana reshuffle kabinet. Nama Siti diisukan termasuk yang bakal diganti karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disorot tidak cakap menangani kebakaran hutan.

    Namun menteri dari Partai Nasional Demokrat itu tak mau banyak komentar. "Saya fokus bekerja, itu yang penting," kata Siti Nurbaya di Universitas Brawijaya, Malang, Selasa 5 Januari 2016.

    Menurutnya, selama menjadi menteri, dirinya telah bekerja maksimal dan fokus pada bidang tugasnya. Ia mengaku senantiasa berbuat terbaik untuk negara dan masyarakat selama mengerjakan banyak program. Dia juga mengaku sering dihadapkan pada persoalan kompleks di sektor lingkungan. Karena itu Siti mempersilakan masyarakat menilai kinerjanya selama ini. "Silakan masyarakat menilai."

    Dalam sambutannya di rapat terbuka senat Universitas Brawijaya, Siti Nurbaya mengajak masyarakat terlibat aktif  dalam penanganan isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Aziz Subekti mengaku mendapatkan informasi valid dari  Istana Negara bahwa perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Diperkirakann perombakan dilakukan setelah pengumuman penurunan harga bahan bakar minyak.

    Aziz juga mengklaim mendapatkan informasi siapa saja menteri yang akan dicopot Jokowi. Salah satunya Siti Nurbaya yang akan digantikan Asman Asnur, kader PAN yang saat ini menjadi anggota Komisi Kependudukan dan Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat.

    Sebagai partai bekas Koalisi Merah Putih, Azis mengaku partainya tak berharap mendapat banyak jatah kursi menteri di kabinet Jokowi. Justru, kata dia, partai pendukung pemerintah yang meminta agar PAN mendapatkan jatah kursi menteri.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.