FPI Persoalkan 4 Status Facebook, Ini Pembelaan Ahmad Fauzi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) hadir pada Acara Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Bandung, Jawa Barat  (20/4). Deklarasi yang dihadiri 87 ulama dan ribuan warga muslim ini menolak Syiah karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) hadir pada Acara Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Bandung, Jawa Barat (20/4). Deklarasi yang dihadiri 87 ulama dan ribuan warga muslim ini menolak Syiah karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Semarang - Ahmad Fauzi terang-terangan membantah bahwa dia telah melecehkan agama tertentu, seperti yang ditudingkan pengurus Front Pembela Islam cabang Jawa Tengah. Penulis buku Tragedi Incest Adam dan Hawa dan Nabi Kriminal itu mengatakan status yang dia tulis di media sosial berdasarkan referensi yang dia pelajari. "Referensi saya sesuai dengan disiplin ilmu Ulumul Quran, sosiologi, antropologi, psikologi, hingga filsafat," kata Fauzi kepada Tempo, Selasa, 5 Januari 2016.

    BACA: FPI dan 4 Status Facebook Penulis Buku yang Digaduhkan  

    FPI Jawa Tengah melaporkan Fauzi karena diduga menghina dan menistakan agama lewat status yang diunggah oleh Fauzi lewat jejaring media sosial Twitter dan Facebook. Ketua Tim Advokasi FPI Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, menuduh Fauzi sebagai penulis yang memasarkan buku dengan cara-cara tak patut dan tak elegan. "Biar bukunya terjual, dia berkoar-koar di Facebook sambil menistakan agama," kata Zainal.

    Kepolisian Daerah Jawa Tengah dijadwalkan memeriksa Fauzi pada Selasa, 5 Januari 2016. Dalam surat panggilan pemeriksaan bernomor: B/536/XII/2015 Reskrimsus, Polda Jawa Tengah menyatakan kepolisian sedang menangani kasus ini. Fauzi dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    BACA: FPI Seret Penulis Buku ke Polisi Gara-gara Status Facebook

    Berikut ini empat status Facebook milik Fauzi yang digunakan FPI sebagai dasar pelaporan ke polisi. Ahmad Fauzi pun mengklarifikasi soal empat statusnya yang digaduhkan FPI Jawa Tengah itu.

    1. Tidak Kagumi Nabi Muhammad

    Status: “Aku tidak bisa mengagumi Muhammad karena ia bukan manusia. Manusia yang dianggap lepas dari segala dosa, itu bukan manusia lagi.”

    *Fauzi mengaku tidak bermaksud menghina atau menistakan Nabi Muhammad. Justru ia berpendapat Nabi Muhammad adalah manusia yang mulia dan terpuji, tapi bukan berarti beliau tidak memiliki kelemahan dan kesalahan. Meski nabi itu manusia utama, bukan berarti beliau tidak pernah melakukan perbuatan yang salah.

    Sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Quran, kata Fauzi, Nabi Muhammad pernah ditegur Allah karena melakukan perbuatan yang tak dikehendaki Tuhan. “Ini sesuai dengan Al-Quran Surat Abasa,” kata Ahmad Fauzi dalam klarifikasinya kepada Tempo.


    2. Islam Agama Kekerasan

    Status: “Islam adalah agama kekerasan. Lihat saja, Quran penuh dengan ayat-ayat pedang. Hal ini berakar dalam kepribadian nabi yang agresif dan paranoid”.

    *Fauzi menyatakan Islam agama yang sangat keras mengutuk orang-orang yang dengan sengaja memeras dan mengeksploitasi masyarakat bawah demi menumpuk harta dan kekayaan semata. “Ayat-ayat pedang saya artikan sebagai ayat-ayat ancaman pada mereka yang menindas masyarakat kelas bawah,” katanya.

    BACA: Diduga Nistakan Agama, Alumnus UIN Semarang Diperiksa Polisi

    Fauzi berpendapat, ayat-ayat pedang tersebut tentu berakar dalam diri Nabi Muhammad yang agresif dan paranoid, yaitu jiwa nabi penuh hentakan-hentakan dan letupan-letupan spiritual, yang berusaha mengubah kenyataan bagaimana caranya memutus mata rantai penindasan atas masyarakat bawah.

    “Hasilnya adalah Tuhan menurunkan ayat yang menggambarkan hari akhirat yang menakutkan dan menggemparkan berisi ancaman dan peringatan keras terhadap orang yang suka menindas masyarakat bawah,” kata Fauzi. Itu sesuai dengan ayat Al-Quran di Surat Al-Salzalah, Al-Qari’ah, At-Takaatsur, dan Al-Humazah.


    3. Baca Al-Quran Sambil Minum Congyang

    Status: “Bagaimana ya rasanya membaca Quran sambil minum congyang (minuman keras khas Semarang)? Kayak tarian kuantumnya heisenberg atau dancing wuli master?"

    * Fauzi mengaku menulis status itu untuk mengkritik orang-orang yang mendalami agama, tapi kehendak kemanusiaannya tidak tersentuh, seperti mereka yang melakukan kekerasan atas nama agama. Orang-orang ini, kata Fauzi, beragama dengan opium, yakni kesadarannya tak lagi seimbang dan termanipulasi. Namun kaki, tangan, dan indranya bisa aktif melakukan kekerasan.


    4. Adam dan Hawa Bukan Suami-Istri

    Status: "Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri, apalagi nabi. Tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest. Maka diusirlah mereka dari surga".

    * Fauzi berpendapat, Adam dan Hawa itu bukan pasangan suami istri karena melalui tafsir simbolis atas mitologi Adam dan Hawa, Hawa itu tercipta dari tulang rusuk Adam, berarti hawa adalah keturunan Adam. "Dengan begitu, tulang rusuk adalah simbol dari keturunan," katanya.



    M. ROFIUDDIN

    SIMAK PULA
    HUT Bayi Kembar Ini Bakal Merepotkan Orang Tuanya, Kenapa?
    Jokowi Dicela Aktivis Satwa: Borong Burung di Pasar Pramuka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.