Gunung Soputan Meletus, Tinggi Debu Vulkanik 2 Km  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung api Soputan mengeluarkan guguran lava pijar yang terlihat dari pos pemantauan di Silian, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 18 Januari 2015. ANTARA/Fiqman Sunandar

    Gunung api Soputan mengeluarkan guguran lava pijar yang terlihat dari pos pemantauan di Silian, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 18 Januari 2015. ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.COManado - Gunung Soputan yang terletak di Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, kembali meletus pada pukul 20.53 WITA, Senin, 4 Januari 2016. Muntahan debu vulkanik mencapai ketinggian 2 kilometer.

    Petugas pemantau Gunung Soputan, Asep, mengatakan selain debu vulkanik, letusan ini disertai dengan lava pijar. "Arah lava ke arah timur dari kawah, sedangkan semburan asap dan debu vulkanik ke arah tenggara," kata Asep, saat dihubungi, Senin, 4 Januari 2016.

    Menurut Asep, aktivitas Gunung Soputan memang sudah terbaca sejak siang. Saat itu status gunung tersebut sudah dinaikkan dari siaga level 2 atau waspada, menjadi siaga level tiga sekitar pukul 18.00 WITA.

    "Warga kami harapkan tidak melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari Gunung Soputan," kata Asep.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara Joppie Mokodase mengatakan lava pijar menuruni lereng gunung bagian timur. "Terpantau terlihat adanya luncuran lahar ke arah bagian timur gunung, dan terdengarnya suara gemuruh dari arah puncak gunung," ujarnya. "Kami masih menunggu perkembangan informasi dari pos pantau saat ini terkait dengan wilayah yang berbahaya akibat dari letusan," ujarnya.

    Gunung Soputan merupakan salah satu gunung teraktif di Sulawesi Utara. Gunung ini terakhir meletus pada Maret 2015.

    ISA ANSHAR JUSUF | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?