Tak Jadi Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ingin Jadi Dosen UI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Kopassus menyambut kehadiran Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dalam peringatan HUT Kopassus ke 61 di Gedung Komando, Markas Besar Kopassus, Cijantung, Jakarta, (16/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah anggota Kopassus menyambut kehadiran Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dalam peringatan HUT Kopassus ke 61 di Gedung Komando, Markas Besar Kopassus, Cijantung, Jakarta, (16/04). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang sebentar lagi menyelesaikan masa jabatannya, mengaku sudah mengajukan diri menjadi dosen di Universitas Indonesia. Nur Mahmudi memutuskan menjadi pengajar setelah dia resmi meninggalkan kursi Wali Kota Depok pada 26 Januari 2016.

    "Saya sudah bicara ke Rektor UI. Kira-kira bidang apa yang tepat untuk berkontribusi di UI," kata Nur Mahmudi, Senin, 4 Januari 2016.

    Nurmahmudi mengatakan menjadi pengajar di dunia pendidikan sangat sesuai dengan latar belakangnya sebagai seorang peneliti dan pendidik. Nur Mahmudi merupakan lulusan program S3 Doctor of Philosophy Science Food and Science Technology di Texas A & M University, Amerika Serikat.

    Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan tersebut mengaku selain menjadi dosen, dia bakal terus mendorong kemajuan Indonesia di berbagai sektor. Indonesia, menurut dia, masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

    "Di bidang sosial kemasyarakatan, industri, dan birokrasi, Indonesia jauh tertinggal. Sektor itu yang harus dikembangkan," ujarnya.

    Menurut Nur, banyak aspek di Indonesia yang mutunya masih terlalu jauh dari standar internasional. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini lalu mencontohkan aspek pelayanan publik, indeks kompetisi, indeks kebahagiaan, dan sektor lainnya. "Masih banyak yang harus dikerjakan," katanya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.