Dana Ketahanan Energi Batal, Harga BBM Turun Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU mengganti daftar harga bbm di SPBU Pejompongan, Jakarta,(16/11) Harga Pertamax di wilayah Jakarta kembali turun untuk November 2008, dari Rp 7.000 menjadi Rp 6.800 per liter. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas SPBU mengganti daftar harga bbm di SPBU Pejompongan, Jakarta,(16/11) Harga Pertamax di wilayah Jakarta kembali turun untuk November 2008, dari Rp 7.000 menjadi Rp 6.800 per liter. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah hari ini, 4 Januari 2016, mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak, yang akan berlaku mulai pukul 00.00, Selasa, 5 Januari 2016. Dalam harga baru ini, tidak dimasukkan pungutan dana ketahanan energi yang sempat menjadi kontroversi.

    "Harga BBM akan dikenakan harga baru yang tidak lagi ditambahi dengan penghimpunan dana ketahanan energi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Kantor Presiden, Senin, 4 Januari 2016.

    Pengumuman ini disampaikan setelah rapat terbatas mengenai dana ketahanan energi. Pada 23 Desember 2015, pemerintah mengumumkan akan menurunkan harga BBM per 5 Januari 2015. Untuk jenis Premium, harga turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 7.150, sedangkan solar turun dari Rp 6.800 menjadi Rp 5.900. Dalam harga itu, dimasukkan dana ketahanan energi Rp 200 untuk Premium per liter dan Rp 300 untuk solar per liter.

    Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan harga baru sesuai dengan harga keekonomian. Harga tersebut sudah di tingkat agen, termasuk dalam PPn, filling fee, dan transport fee SPBG, serta margin agen.

    Berikut harga baru:

    BBM

    Premium 
    - Untuk Jawa Madura Bali (Jamali) turun dari Rp 7.400 menjadi Rp 7.050 per liter
    - Non-Jamali turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 per liter

    Pertalite
    - Turun Rp 350 dari Rp 8.250 menjadi Rp 7.900 per liter

    Pertamax 
    - Untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat turun Rp 150 dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.500 per liter
    - Untuk Jawa Tengah dan Yogyakarta turun Rp 150 dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 per liter
    - Untuk Jawa Timur turun Rp 150 dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 per liter

    Pertamax plus 
    - Untuk DKI Jakarta turun Rp 250 dari Rp 9.650 menjadi Rp 9.400 per liter

    Pertamina Dex
    - Untuk DKI Jakarta turun Rp 250 dari Rp 9.850 menjadi Rp 9.600 per liter

    Solar
    - Solar subisidi turun dari Rp 6.700 per liter menjadi Rp 5.650 per liter. 
    - Solar non-PSO turun Rp 250 dari Rp 8.300 menjadi Rp 8.050 per liter

    Elpiji

    Elpiji 12 kilogram 
    - Rata-rata nasional turun Rp 5.800 per tabung dari Rp 135 ribu menjadi Rp 129.500
    - Untuk Jabodetabek turun Rp 5.600 per tabung dari Rp 134.600 menjadi Rp 129 ribu

    Bright Gas 12 kilogram 
    - Rata-rata nasional turun Rp 4.800 per tabung dari Rp 138.300 menjadi Rp 133.500 
    - Untuk Jabodetabek turun Rp 4.600 per tabung dari Rp 137.600 menjadi Rp 133 ribu

    Elpiji 6 kilogram
    - Rata-rata nasional turun Rp 2.000 per tabung Rp 69 ribu menjadi Rp 67 ribu.

    Bright Gas 5,5 kilogram
    - Jabodetabek turun Rp 4.500 per tabung dari Rp 62 ribu menjadi Rp 57.500

    Ease Gas 12 kilogram
    - Turun Rp 6.000 per tabung dari Rp 144 ribu menjadi Rp 138 ribu. 

    Ease Gas 14 kilogram
    - Turun Rp 8.000 per tabung Rp 168 ribu menjadi Rp 160 ribu.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.