Proyeksi KPK 2016 Versi Saut Situmorang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan KPK terpilih Saut Situmorang saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 21 Desember 2015. Saut merupakan Staf Ahli Badan Intelejen Negara (BIN), ia juga tercatat sebagai Direktur PT Indonesia Cipta Investama. TEMPO/Subekti

    Pimpinan KPK terpilih Saut Situmorang saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 21 Desember 2015. Saut merupakan Staf Ahli Badan Intelejen Negara (BIN), ia juga tercatat sebagai Direktur PT Indonesia Cipta Investama. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, angkat suara ihwal proyeksi yang ingin dicapai komisi antirasuah tersebut pada 2016. Walau para pemimpin KPK masih dalam tahap induksi, dia mengaku KPK sudah melakukan finalisasi perencanaan.

    “Intinya, ada inovasi dalam upaya kombinasi seimbang antara pencegahan dan penindakan,” ujar Saut saat dihubungi Tempo, Minggu, 3 Januari 2016.

    Saut enggan merinci apa inovasi yang akan ditelurkannya dan pemimpin lain di KPK. Namun ia menyebut inovasi tersebut sengaja dibuat dengan tujuan semua pihak tidak korupsi. Dia pun mengkhususkan inovasi itu kepada lembaga-lembaga pemerintahan.

    “Kombinasi tersebut dilakukan juga dengan inovasi agar semua pihak, utamanya PNS, TNI, dan Polri, di semua tingkatan dan jenjang menyensor dirinya agar tidak korup,” ujarnya.

    Saut dan keempat pemimpin KPK lainnya baru saja menyelesaikan masa pengenalan dan orientasi, atau yang dikenal dengan induksi, terhadap komisi antirasuah tersebut. Kelimanya merupakan pemimpin baru KPK yang dilantik pada Desember 2015 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 133/P/2015 tentang Pengangkatan Pimpinan KPK Masa Bakti 2015-2019.

    Adapun sejumlah kasus besar tercatat masih melilit KPK dan belum terlihat adanya upaya penyelesaian. Salah satu kasus yang masih menggantung tersebut, antara lain kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Kasus tersebut sudah masuk penyelidikan di KPK, tapi pengusutannya hingga kini tersendat.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.