Jumenengan Paku Alam X, Kyai Jaladara Akan Ikut Kirab  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden R I Jusuf Kalla (kiri) berpamitan dengan BPH Suryodilogo (kanan) seusai perjamuan minum teh saat  kunjungannya di Puro Pakualaman, Yogyakarta 26 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Wakil Presiden R I Jusuf Kalla (kiri) berpamitan dengan BPH Suryodilogo (kanan) seusai perjamuan minum teh saat kunjungannya di Puro Pakualaman, Yogyakarta 26 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Puro Pakulaman akan mengikutsertakan kereta Kyai Jaladara pada acara kirab seusai prosesi jumenengan Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo menjadi Adipati Kadipaten Puro Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X pada Kamis nanti. Kyai Jaladara adalah kereta yang baru dibuat pada 2015.

    Kereta yang belum 100 persen selesai itu akan digunakan untuk kendaraan resmi dalam kegiatan adat istiadat kadipaten. Misalnya saat dipanggil Sultan Hamengku Buwono menghadap ke keraton, Paku Alam X akan mengendarai kereta berwarna hitam yang ditarik empat ekor kuda itu. “Jadi bukan naik mobil. Tradisi lama itu akan kami giatkan lagi,” kata adik Suryodilogo, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Hariyo Danardono, Minggu, 3 Januari 2016.

    Berbeda dengan kereta lainnya yang sudah berusia ratusan tahun, seperti Kyai Manik Kumala, kereta Nyai Rara Kumenyar, kereta Kyai Brajanala, juga Kyai Manik Braja yang dibuat di luar negeri, kereta Kyai Jaladara dibuat di bengkel Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Daerah Istimewa Yogyakarta. Desainnya meniru kereta Ratu Elizabeth dari Inggris. “Karena hanya untuk Paku Alam yang jumeneng, maka saat kirab nanti kereta Jaladara dalam keadaan tanpa penumpang,” kata Hariyo.

    Saat kirab nanti, Paku Alam X akan menumpang kereta Kyai Manik Kumala yang ditarik enam kuda putih. Kereta berwarna kuning itu merupakan hadiah dari Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles kepada Paku Alam I pada 1812.

    Sementara itu, permaisuri Suryodilogo, Bendara Raden Ayu Atika Suryodilogo, menyatakan, saat kirab nanti, dirinya tidak ikut. Saat ini dia dan suaminya tengah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menjalani jumenengan, antara lain dengan berpuasa.

    PITO AGUSTIN RUDIANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.