Golkar Rombak Personel di DPR, Ini Respons Kubu Agung Laksono

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di Jakarta, 30 Mei 2015. Dualisme Partai Golkar makin panjang pasca pecahnya pendapat usulan nama Ketua DPR pengganti Setya Novanto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di Jakarta, 30 Mei 2015. Dualisme Partai Golkar makin panjang pasca pecahnya pendapat usulan nama Ketua DPR pengganti Setya Novanto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengaku tak tahu soal informasi perombakan pemimpin alat kelengkapan dan Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada dialog antara Golkar kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono perihal perombakan tersebut.

    "Pengambilan kebijakan fraksi yang strategis seharusnya melibatkan semua pihak," ujar Dave melalui pesan pendek, Ahad, 3 Januari 2016.

    Apalagi, kata Dave, saat ini kepengurusan partai beringin kosong menyusul dicabutnya Surat Keputusan Kepengurusan Munas Ancol oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan berakhirnya kepengurusan Munas Riau.

    Sebelumnya, beredar kabar Golkar merombak susunan fraksi dan alat kelengkapan Dewan. Mantan Ketua DPR Setya Novanto disebut akan menempati kedudukan ketua fraksi. Sementara itu, Sekretaris Fraksi akan ditempati Azis Syamsuddin. Adapun Kahar Muzakkir menjadi Ketua Badan Anggaran.

    Meskipun mempermasalahkan tak dilibatkannya kubu Agung, Dave menganggap tiga nama tersebut dapat bekerja optimal di parlemen. "Mereka cukup lama menjadi anggota dewan," katanya.

    Konflik dua kubu Golkar terus berlanjut dan semakin memanas setelah Setya Novanto mundur dari jabatannya. Posisi Ketua DPR diminati oleh kedua kubu. Aburizal mengusulkan nama Ade Kommarudin, sedangkan kubu Agung memasukkan nama Agus Gumiwang.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.