Banyak Apotek di Luwu Tidak Punya Apoteker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Danny Johnston, File

    AP/Danny Johnston, File

    TEMPO.COBelopa - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Luwu mengakui masih banyak apotek di Luwu yang tidak memenuhi standar karena tidak memiliki tenaga apoteker. "Seorang apoteker bertanggung jawab terhadap obat yang diberikan kepada konsumen, sehingga sangat penting, pelayan atau petugas di apotek haruslah orang yang ahli dan paham akan obat yang dijualnya," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Suharkimin Minggu, 3 Januari 2016.

    Suharkimin mengatakan pihaknya sudah melakukan imbauan supaya setiap apotek memiliki apoteker. Bahkan, Dinas Kesehatan mengancam akan mencabut izin operasional jika ditemukan masih ada apotek yang tidak memiliki apoteker. "Ini peringatan kedua. Pada peringatan pertama, sudah ada apotek di Kecamatan Lamasi yang kami cabut dan bekukan izin operasionalnya," katanya.

    "Kami janji tidak akan sekadar gertak saja, sudah terbukti ada apotek yang kami tindak. Kami tidak mau main-main dalam menegakkan aturan, apalagi berhubungan dengan kesehatan," ujarnya.

    Maida, pemilik apotek di Luwu, mengatakan, pemerintah tidak perlu kaku dalam memahami dan melaksanakan peraturan undang-undang soal apoteker. Namun, kalaupun ada yang melanggar, silakan ditindak sesuai dengan aturan yang ada.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.