Gudang Tani di Maros Terbakar, 2 Ton Bibit Padi Hangus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kebakaran. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi kebakaran. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Makassar - Gudang Tani Makmur di Jalan A.P. Pettarani, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ludes dilalap api, Minggu, 3 Januari 2016. Kebakaran itu menghanguskan seluruh isi gudang, termasuk dua ton bibit padi dan satu ton racun tikus. Seluruh barang itu diketahui merupakan milik Dinas Pertanian Sulawesi Selatan. 

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran. "Kebakaran hebat itu menghanguskan satu ton racun tikus yang dibungkus karung. Begitu pula dua ton bibit padi," ucapnya, Minggu, 3 Januari 2016.

    Barung menjelaskan, hingga kini belum bisa ditaksir berapa kerugian material akibat kebakaran itu. Kepolisian, menurut dia, berfokus pada pengumpulan keterangan saksi-saksi, khususnya dari pihak Balai Benih Tanaman Pangan Sulawesi Selatan. "Sudah ada sekitar tiga saksi yang dimintai keterangan, termasuk seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi," katanya. 

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Barung mengatakan kebakaran gudang terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, cuaca sangat terik. Diduga api bersumber dari tumpukan racun tikus yang terbuat dari bahan kimia. Racun tikus itu mulai terbakar akibat cuaca panas karena atap gudang politani itu terbuat dari seng.

    Barung menerangkan kebakaran gudang politani itu diketahui bukan kali pertama. Kepolisian akan mencoba menelusuri data kebakaran sebelumnya. "Informasinya gudang itu pernah terbakar pada 2014," ujarnya. Kepolisian dilanjutkannya enggan berspekulasi ihwal penyebab pasti kebakaran sebelum tim laboratorium forensik merampungkan penelitiannya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.