Jusuf Kalla Rekreasi Politik di Keraton Yogyakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VI di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia VI di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COYogyakarta – Sementara istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah, beserta keluarganya menikmati kunjungan ke sejumlah museum di Keraton Yogyakarta, Jusuf Kalla malah berbincang serius dengan penguasa Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X, di Gedong Jene, salah satu bangunan penting di Keraton Yogyakarta. 

    Apa yang dibicarakan kedua tokoh ini? “Pak JK sama Ngarso Dalem (Sultan). Silakan tanya Ngarso Dalem saja ya,” kata anak kedua Sultan, Gusti Kanjeng Ratu Candrakirana, setelah melepas rombongan Jusuf Kalla pulang di depan regol Sri Manganti Keraton Yogyakarta, Ahad, 3 Januari 2016.

    Adapun Sultan bergegas memasuki bus mengantar Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Stasiun Tugu. Kereta Api Luar Biasa berangkat pukul 10 pagi membawa rombongan ini kembali ke Jakarta.

    Kedua tokoh ini pernah berasal dari partai yang sama, yakni Partai Golkar. Kalla pernah menjabat Ketua Pengurus Pusat Partai Golkar. Adapun Sultan pernah menjabat Ketua Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kedatangan Kalla ke Yogyakarta persis saat Sultan mendadak mengeluarkan sabda jejering raja (sabda selaku raja) lagi di Sitihinggil, Keraton Yogyakarta, pada 31 Desember 2015, pukul 10.00 WIB. Sabda raja disampaikan di hadapan keluarga dan abdi dalemnya secara terbatas.

    Isi sabda jejering raja itu adalah, pertama, sabda itu disampaikan atas dasar perintah Tuhan dan leluhur Sultan. Kedua, takhta kerajaan tidak bisa diwariskan. Ketiga, apabila adik dan abdi Sultan (abdi dalem) tidak mematuhi perintah Sultan, akan dicopot dari kedudukannya. Keempat, jika tidak patuh, harus keluar dari bumi Mataram.

    Sebelumnya, Sultan membuat kejutan lewat sabda raja pada April tahun lalu yang meletupkan kemarahan kerabat Keraton Yogyakarta terhadap Sultan. Salah satu isi sabda raja itu adalah Sultan mengubah namanya dari Sultan Hamengku Buwono X menjadi Sultan Hamengku Bawono Kasepuluh dan mengubah nama anak sulungnya yang perempuan dari GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi. 

    Mangkubumi adalah nama Sultan sebelum dinobatkan menjadi raja Keraton Yogyakarta. Sejak saat itu, muncul spekulasi pergantian nama anaknya itu sebagai upaya memuluskan GKR Mangkubumi sebagai penguasa Keraton Yogyakarta.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.