Selain Bau Kaki, Alun-Alun Bandung Dikeluhkan Panas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ibu-ibu berfoto di atas rumput sintesis saat peresmian Taman Alun-Alun, Bandung, 31 Desember 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah ibu-ibu berfoto di atas rumput sintesis saat peresmian Taman Alun-Alun, Bandung, 31 Desember 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Taman Alun-alun Bandung menjadi pilihan ribuan warga Kota Bandung dan sekitarnya menghabiskan liburan awal 2016. Pada Jumat, 1 Januari 2016, misalnya, puluhan ribu warga memadati landmark Kota Bandung itu.

    Meski Taman Alun-alun Bandung sempat dikeluhkan bau kaki dan penuh serangga, pengunjung tampak asyik berpiknik di atas rumput sintetis yang menjadi pesona utama taman pusat Kota Bandung tersebut. Trotoar granit juga menjadi sasaran piknik. Banyak keluarga besar yang menggelar karpet di atas trotoar. Di sana, mereka tidur-tiduran dan makan bersama.

    Seperti yang dilakukan Suryani, 45 tahun. Warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, ini piknik dan menggelar makan bersama dengan tetangga satu tempat kontrakan rumah di atas trotoar Alun-alun Bandung di sebelah Jalan Dalem Kaum.

    "Lagi botram (makan bersama) nih, biar makannya enak. Pilih liburan ke sini karena dekat, murah meriah, enggak pakai ongkos masuknya," ucap Suryani kepada Tempo, Jumat, 1 Januari 2015.

    Bukan tanpa alasan Suryani dan para tetangganya menyantap bekal nasi bungkus yang dibawanya dari rumah di atas trotoar. Menurut dia, teriknya sinar matahari di atas lapangan rumput sintetis di tengah Taman Alun-alun Bandung membuatnya lebih memilih trotoar yang ditutupi rimbunnya pepohonan sebagai lokasi piknik. Dia bersama rombongan mengaku tidak risih meski trotoar tersebut dilewati banyak orang. "Panas di sana. Di sini senanglah, lebih ramai," tuturnya.

    Hal serupa diungkapkan Tarmirah, 58 tahun, warga Ciparay, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Dia bersama keluarga besarnya sengaja mengajak anak-anak mengisi liburan di Taman Alun-alun Bandung.

    "Ini sekeluarga dari Ciparay ke sini pakai satu angkot, mau liburan tahun baru, pengin tahu Alun-alun Bandung, kan sekarang sudah bagus," katanya.

    Di atas karpet yang digelar keluarga Tarmirah, terdapat beragam makanan, mulai nasi, mi, hingga lauk-pauk, seperti ayam dan ikan. Mereka tetap menikmati bekal yang dibawa dengan wajah bahagia meski dilewati ribuan manusia yang lalu-lalang di trotoar.

    "Tadinya mau di lapangan rumput, tapi panas. Jadi makan di sini dulu. Habis makan, baru main di rumput," ucap Tarmirah.

    Banyaknya pengunjung, terutama yang makan bersama di Taman Alun-alun Bandung, membuat sampah-sampah berserakan tak keruan. Rata-rata pengunjung cuek dan tidak membuang bungkus makanan ke tempat sampah.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.