Di Makassar, Warga Swiss Meninggal Kena Serangan Jantung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • jantung

    jantung

    TEMPO.COMakassar - Ralf Hochgraf, 52 tahun, warga negara Swiss, meninggal di Makassar. Ralf mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Makassar, Rabu, 30 Desember, malam. Namun informasi bahwa warga asing itu tewas baru diterima pihak kepolisian pada Sabtu, 2 Januari. Ralf diduga meninggal karena serangan jantung.

    Juru bicara Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Andi Husnaeni, mengatakan memperoleh informasi adanya orang asing yang meninggal dari radio telekomunikasi. Setelah menerima kabar itu, pihaknya bersama Kepolisian Sektor Tamalate langsung melakukan pengecekan ke rumah duka di Villa Pantai Biru, Kecamatan Tamalate, Makassar.

    "Hasil pemeriksaan sementara dan diagnosis dokter, warga Switzerland memang menderita penyakit jantung. Guna memastikannya, kami turunkan unit identifikasi ke TKP dan meminta keterangan keluarga almarhum," tuturnya. Kepolisian dan pihak keluarga juga telah melaporkan kematian Ralf kepada pihak konsulat Swiss dan Imigrasi Makassar.

    Kepada polisi, istri Ralf, Theresia Benzelina, 36 tahun, menyatakan, sebelum meninggal, suaminya memang mengeluhkan sakit di area jantung. Saat itu, Rabu, 30 Desember, Ralf memintanya memesan pizza untuk dimakan bersama. Saat sedang menyantap makanan, Ralf meminta dipeluk dan mengeluhkan sakit di bagian jantungnya.

    Tak berselang lama, Theresia menyebut Ralf mendadak kejang-kejang. Theresia lantas berinisiatif melarikan suaminya ke Rumah Sakit Siloam. Berselang satu jam kemudian, tim dokter menyatakan warga Swiss itu meninggal. Jenazah Ralf lantas dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sampai sekarang.

    Theresia mengatakan akan memakamkan Ralf di Desa Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Lokasi pemakaman itu adalah kampung halaman Theresia. Adapun Ralf, yang berprofesi sebagai akuntan, datang ke Makassar dengan tujuan menemuinya. "Ralf tiba di Indonesia pada 4 Desember lalu," ucapnya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.