Menghadapi MEA, Riau Sertifikasi Tenaga Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Memasuki pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Riau mendorong pembentukan lembaga sertifikasi profesi di seluruh kabupaten/kota wilayah Riau. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal terhadap tenaga kerja asing yang bakal membanjiri pasar tunggal sepuluh negara ASEAN itu.

    "Sertifikasi profesi penting untuk mendorong standar kompetensi profesi tenaga kerja lokal," kata Kepala Disnaker Riau Rasyidin Siregar, Sabtu, 2 Januari 2016.

    Rasyidin mengatakan dalam dunia perdagangan bebas ini pemerintah daerah harus memiliki standar kompetensi merata seperti tenaga kerja asing yang bakal masuk ke Indonesia. Sangat berisiko jika kompetensi tenaga kerja lokal berada di bawah standar tenaga kerja asing. "Jangan sampai tenaga kerja lokal dipandang sebelah mata oleh pengusaha," katanya.

    Rasyidin mengakui masih banyak tenaga kerja lokal di Riau belum mengantongi sertifikasi dari lembaga sertifikasi yang sudah terakreditasi. Walhasil, banyak tenaga kerja justru mendapat gaji di bawah standar. "Jika sudah mengantongi sertifikasi, upah yang diterima akan lebih tinggi sesuai dengan standar profesi."

    Rasyidin berharap, dengan kehadiran lembaga sertifikasi di setiap daerah bakal meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Dengan demikian, daerah tidak hanya sebagai penampung tenaga asing, melainkan memiliki tenaga kerja profesional yang mampu bersaing dengan dunia internasional.

    Pelaksana tugas Gubernur Riau, Arysadjuliandi Rachman, mengaku pemerintah Riau sudah jauh hari mempersiapkan diri menyambut era MEA. Riau mengklaim sudah mulai mempersiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk menyambut MEA. “Kita sudah persiapkan jauh-jauh hari,” kata Arsyadjuliandi.

    Namun, kata Aryadjuliandi, mobilisasi tenaga kerja dan profesional masih menjadi kecemasan selain kebanjiran barang dan jasa dari luar negeri. Dalam hal ini, pemerintah Riau sudah mempersiapkan peningkatan kualitas pendidikan dan memperbanyak lembaga perguruan tinggi di Riau untuk peningkatan sumber daya manusia. “Kami sediakan banyak beasiswa untuk sekolah dan perguruan tinggi bagi masyarakat Riau.”

    Menurut, Aryadjuliandi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia sangat penting dalam persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Pada kesempatan ini, Indonesia bakal kebanjiran tenaga kerja asing terampil maupun profesional. “Jangan sampai dokter di tingkat puskesmas juga berasal dari luar negeri,” ujarnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.