Rumah Adat Batak 250 Tahun di Toba Samosir Ludes Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah adat Batak yang terbakar di Huta Lumban Binanga, Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 1 Januari 2016. Istimewa

    Rumah adat Batak yang terbakar di Huta Lumban Binanga, Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, 1 Januari 2016. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA), Jhohannes Marbun, mengatakan bangunan adat Batak Jangga Dolok terbakar di Huta Lumban Binanga, Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir, Jumat, 1 Januari 2016 malam.

    "Kejadiannya sekitar pukul 19.00 sampai 21.00. Namun api benar-benar padam sekitar pukul 23.00," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 2 Januari 2016.

    Jhohannes melanjutkan, bangunan yang terbakar adalah empat rumah adat dan satu rumah tenun. Salah satu rumah adat itu, kata dia, tengah direnovasi menggunakan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Diperkirakan selesai satu minggu ke depan," ujar Jhohannes.

    Adapun dua rumah lainnya pernah direnovasi menggunakan dana APBD Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, tahun 2013-2014. Menurut Jhohannes, bangunan adat ini diperkirakan berumur 200 hingga 250 tahun. "Sudah ditempati dua belas generasi," kata dia. Saat ini, kawasan rumah adat dihuni oleh generasi ke-13 dari keturunan pemuka kampung.

    Menurut Jhohannes, saksi mata melihat asal api bermula dari rumah adat yang direnovasi. "Ayah dari kepala desa keluar rumah dan mendengar teriakan," ujar Jhohannes. Saksi itu melihat sekumpulan anak kecil. "Waktu itu sedang bermain petasan."

    Api pertama kali tampak dari atap rumah adat yang terbuat dari ijuk. "Anak-anak mulai panik. Namun kami belum tahu persis penyebabnya. Hanya dugaan kami karena mercon," kata Jhohannes.

    Polisi, kata dia, tengah menyelidiki peristiwa ini. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Empat rumah adat ludes, sedangkan rumah tenun menyisakan rangka dan tiang. "Namun, warga menghilangkan puing-puing itu karena menurut adat setempat, untuk menghilangkan trauma."

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.