Fahri Hamzah Akui Koalisi Merah Putih Makin Lemah, Kenapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, mengakui kelompok oposisi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) kian hari kian menunjukkan gejala melemah. Bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dengan pemerintah pimpinan Joko Widodo, dinilainya merupakan indikator utama pelemahan tersebut.

    Indikator lain melemahnya Koalisi Merah Putih adalah tidak bulatnya posisi KMP dalam sidang Majelis Kehormatan Dewan atas Setya Novanto.

    "Partai Demokrat dan PKS secara bulat mendukung koalisi pemerintah dalam kasus Ketua DPR di persidangan MKD," kata Fahri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo pada Sabtu, 2 Januari 2016.

    Meski begitu, Wakil Ketua DPR ini menilai KMP masih relevan untuk terus dipertahankan sebagai koalisi oposisi yang menguasai DPR dan MPR. Fahri bahkan meyakini koalisi yang semula terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS, dan PAN ini masih bisa bertahan.

    Optimisme Fahri didukung sejumlah faktor. Selain popularitas pemimpin KMP, Prabowo Subianto, yang dinilainya masih unggul, Fahri tampaknya meyakini pelaksanaan fungsi pengawasan DPR yang kian efektif lewat pembentukan pansus angket untuk sejumlah kasus akan menambah soliditas koalisi.

    Akan tetapi, menurut Sekretaris Harian KMP itu, partai-partai yang masih bertahan bersama KMP juga menghadapi ujian berat. "Pemerintah masih menggantung nasib kepengurusan Partai Golkar dan PPP di Kementerian Hukum dan HAM," katanya. "Maka, tahun 2016 ini adalah tahun ujian yang besar bagi KMP," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.