DPR Dinilai Bekerja Efektif 2015, Ini Buktinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, selaku Ketua Rapat saat memimpin Rapat Paripurna ke-12 MP II TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, selaku Ketua Rapat saat memimpin Rapat Paripurna ke-12 MP II TS 2015-2016 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menilai, pada 2015, kinerja DPR dalam fungsi pengawasan sangat efektif. Hal ini, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini, dapat dilihat dari kinerja panitia khusus (pansus) angket Pelindo II dalam mengumpulkan fakta-fakta untuk membongkar kasus tersebut.

    "Kinerja pansus angket (Pelindo) jelas menunjukkan bahwa korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif yang dibungkus rapi dalam kebijakan akhirnya bisa dibongkar," ujar Fahri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Sabtu, 2 Januari 2016.

    Menurut Fahri, pada 2016 ini, DPR berencana membentuk pansus angket Freepot. Pansus ini, kata dia, akan menjadi cara DPR untuk membuktikan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif secara tidak bertanggung jawab. "Apakah masyarakat akan mendukung? Inilah tantangan bagi DPR agar masyarakat menjadikan DPR sebagai mitra dalam mengawasi pemerintah," katanya.

    Sekretaris Harian Koalisi Merah Putih (KMP) itu pun berujar, publik harus terus diyakinkan bahwa membangun kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan juga merupakan jalan menuju demokrasi. "Jika semua kekuatan politik masuk ke dalam pemerintahan, akan tercipta oligarki kekuasaan yang berbahaya," tutur Fahri.

    Karena itu, menurut dia, keinginan KMP untuk membangun kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan harus didukung oleh masyarakat luas. "Apakah KMP masih relevan? Ikhtiar membangun legislatif yang kuat adalah ikhtiar yang akan memberikan efek keseimbangan dalam sebuah negara: check and balance," ujarnya.

    Selain itu, menurut Fahri, keinginan KMP untuk membangun parlemen yang modern harus didukung karena parlemen modern dapat menjamin kedaulatan rakyat untuk mengawasi pemerintah sehingga pemerintahan dapat berjalan lebih efektif. "Jika parlemen dibiarkan lemah, hegemoni kekuasaan eksekutif akan melahirkan korupsi dan penyimpangan besar-besaran," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.