Polisi di Daerah Ini Rayakan Tahun Baru di Bawah Laut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Pangkep M Hidayat menyelesaikan  penyusunan transplantasi berbentuk prasasti huruf di kedalaman 15 meter perairan Pulau Samatallu, Pangkep Sulsel, 29 Juli 2015. Kegiatan yang di laksanakan Polres Pangkep bersama PT Semen Tonasa ini sebagai upaya melestarikan ekosistem bawah laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    Kapolres Pangkep M Hidayat menyelesaikan penyusunan transplantasi berbentuk prasasti huruf di kedalaman 15 meter perairan Pulau Samatallu, Pangkep Sulsel, 29 Juli 2015. Kegiatan yang di laksanakan Polres Pangkep bersama PT Semen Tonasa ini sebagai upaya melestarikan ekosistem bawah laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Kepala Kepolisian Resor Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Moh. Hidayat, merayakan malam tahun baru di bawah laut bersama sejumlah anak buahnya dan instansi terkait.

    Hidayat memilih merayakan momentum malam pergantian tahun dengan menyelam sebagai wujud kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem dan biota laut. Tidak hanya merayakan malam tahun baru, mereka sekaligus memantau kondisi perairan di wilayah hukumnya pada malam hari.

    "Underwater new years itu dilakukan bukan sekadar perayaan malam tahun baru, tapi juga upaya pencegahan terhadap para pelaku bius dan bom ikan. Kami selidiki, para pelaku ternyata kerap melancarkan aksinya di malam hari karena menganggap aman dan tidak diketahui petugas," kata Hidayat, Jumat, 1 Januari 2016.

    Saat menyelam di perairan Pulau Cangke, dia mendengar adanya suara bom sebanyak tiga kali dari arah perairan Pulau Sarappo.

    Dalam perayaan malam tahun baru di bawah laut itu, Hidayat dan tim selamnya membentangkan dua spanduk. Pertama bertuliskan "Selamat Tahun Baru 2016". Spanduk kedua bertuliskan "Stop Destructive Fishing".

    Penyelaman di perairan Pulau Cangke itu dilakukan sedikitnya oleh enam orang. Selain Hidayat, juga ada dua anak buahnya, yakni Inspektur Dua Farha dan Brigadir Dua Syarif Al-Qadri. Selebihnya, dari instansi terkait.

    Banyak kesan yang diperoleh saat merayakan malam tahun baru di bawah laut. Mulai dari persiapan yang cukup melelahkan, tantangan penyelaman pada malam hari, sampai adanya suara bom yang diduga diledakkan pelaku bom ikan.

    Hidayat mengakui ia mengubah lokasi awal penyelaman dari perairan Pulau Sabutung ke perairan Pulau Cangke. Sebab, spot diving di lokasi awal tidak aman karena besarnya ombak dan arus serta jarak pandang cuma 30 sentimeter.

    Selain perayaan malam tahun baru di bawah laut, Polres Pangkep juga menggelar pelbagai acara di daratan yang tidak kalah meriah. Bekerja sama dengan TNI setempat, Hidayat menghelat car free night dan konser amal untuk korban puting beliung. Kegiatan itu diikuti ribuan warga Pangkep di Monumen Bambu Runcing. Dalam kegiatan itu, polisi juga akan memutar video kinerja TNI-Polri setempat dalam setahun terakhir.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.