Puncak Cipanas Macet Total 14 Kilometer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, CIANJUR - Jalur Puncak-Cipanas, Cianjur, macet total dua arah di mana kendaraan tidak bergerak sejak beberapa jam hingga Jumat 1 Januari 2016 malam ini, sehingga antrean kendaraan memanjang sampai 14 kilometer pada kedua arah.

    Meskipun petugas telah melakukan sejumlah rekyasa arus, namun tidak membuahkan hasil karena tingginya volume kendaraan ke dan dari Cipanas, terutama dari sejumlah tempat wisata di daerah ini.

    Hal sama terlihat pada sejumlah jalur alternatif seperti Jalan Hanjawar-Sukaresmi-Pacet dan pintu keluar tempat wisata seperti Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara di mana antrean kendaraan wisatawan terus memanjang hingga jalur utama Cipanas-Puncak, laju kendaraan terhenti hingga beberapa jam.

    "Ini sudah mau tiga jam saya terjebak di jalur ini, masih jauh ke jalur utama. Antrean kendaraan sudah terjadi sejak pukul dua siang. Antrean terus memanjang karena macet total sudah terjadi sejak siang di jalur utama Cipanas-Puncak dari kedua arah," kata Roni, 34 tahun, warga Jakarta Selatan.

    Roni dan keluarganya hendak kembali ke Jakarta setelah menghabiskan malam pergantian tahun di salah satu perumahan elite karena besok harus kembali menjalankan usahanya, namun di luar prediksi antrean panjang sudah terjadi dan kendaraan tidak bergerak.

    "Saya pikir dengan kembali ke Jakarta lebih awal tidak akan terjebak macet, ternyata di luar prediksi baru di jalur alternatif ini saja sudah macetnya kiloan meter," katanya.

    Seorang anggota pos pam di Jalur Puncak-Cipanas, mengatakan, tingginya volume kendaraan dari arah Puncak menuju Cipanas atau sebaliknya menyebabkan macet total tidak dapat dihindari. "Bahkan rekayasa arus yang dilakukan tidak membuahkan hasil," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.