Tempuh Jalur Alternatif Ini Jika Hendak ke Parangtritis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan (turis) menikmati matahari tenggelam (sunset) di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. TEMPO/Panca Syurkani

    Sejumlah wisatawan (turis) menikmati matahari tenggelam (sunset) di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi mengimbau wisatawan yang hendak menuju objek wisata Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menggunakan jalur alternatif supaya tidak terjebak kemacetan.

    "Untuk jalur-jalur alternatif menuju Pantai Parangtritis rata-rata sudah diketahui wisatawan, sehingga usahakan bisa lewat jalur alternatif," kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bantul AKP Supriyantoro di Bantul, Jumat (1 Januari 2016).

    Menurut dia, pada libur Tahun Baru 2016 dan libur akhir pekan setelahnya, Pantai Parangtritis dipadati wisatawan.

    Penumpukan kendaraan biasanya terjadi di persimpangan sepanjang Jalan Parangtritis.

    Ia mengatakan jalur alternatif tersebut adalah, jika dari timur melewati Jalan Imogiri Timur, sehingga ketika wisatawan sampai di simpang empat Terminal Giwangan Kota Yogyakarta langsung ke selatan sampai simpang Selopamioro Imogiri.

    "Bagi wisatawan lokal tentu sudah tahu jalur aternatif ini, sehingga ketika mau ke Parangtritis tidak perlu lewat Jalan Parangtritis, namun lewat jalan Imogiri Timur tembus selatan jembatan Kretek (Jalan Parangtritis)," katanya.

    Bahkan, kata dia, di sejumlah titik jalur alternatif yang bisa menembus selatan jembatan Kretek beberapa kilometer dari tempat pemungutan retribusi (TPR) atau gerbang masuk pantai sudah dilengkapi sarana rambu-rambu penunjuk jalan.

    "Kemudian wisatawan yang datang dari barat (Purworejo) tidak perlu lewat Jalan Wates Sedayu, namun bisa lewat jalur alternatif di selatan yaitu Srandakan sebelum masuk Jalan Parangtritis," kata AKBP Supriyantoro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.