Kasus Lamborghini Maut, Jaksa Tunggu Penyerahan Tahap 2

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa barang bukti mobil Lamborghini yang rusak akibat kecelakaan di Surabaya, Jawa Timur, 29 November 2015. Mobil Lamborghini tersebut menabrak gerobak penjual STMJ di kawasan Jalan Manyar, Surabaya, dan mengakibatkan satu orang meninggal. ANTARA FOTO

    Polisi memeriksa barang bukti mobil Lamborghini yang rusak akibat kecelakaan di Surabaya, Jawa Timur, 29 November 2015. Mobil Lamborghini tersebut menabrak gerobak penjual STMJ di kawasan Jalan Manyar, Surabaya, dan mengakibatkan satu orang meninggal. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya - Berkas perkara kasus kecelakaan mobil mewah Lamborghini  dengan tersangka Wiyang Lautner, 24 tahun, telah selesai diperiksa oleh tim Penyidik Kejaksaan Negeri Surabaya. Berkas dinyatakan sudah lengkap atau P21.

    "Kami menunggu kepolisian menyerahkan tersangka dan barang bukti (penyerahan tahap dua). Kalau tersangka sudah diserahkan, berkasnya segera kita limpahkan  ke pengadilan,” kata  Kepala Kejaksaan Negari Surabaya Didik Farkhan, Kamis, 31 Desember 2015.

    Menurut Didik, sebelum berkasnya dinyatakan P21, penyidik meminta polisi melengkapi barang  bukti berupa hasil traffic accident analysis Laboratorium Forensik Polri Cabang Surabaya, file rekaman CCTV pada detik-detik sebelum kecelakaan, dan surat kuasa dari pengacara Wiyang yang baru. “Sekarang sudah lengkap, sudah dipenuhi semua."

    Didik menambahkan bahwa kecepatan Lamborghini berdasarkan traffic accident analysis sesuai yang tertuang dalam berkas dari laboratorium forensik 95 kilometer per jam. Sedangkan tersangka mengaku mengemudikan mobil tersebut dengan kecepatan antara 40-80 kilometer per jam.

    Sebelumnya, Lamborghini Gallardo yang dikemudikan Wiyang menabrak warung yang menjual minuman campuran susu, telur, madu, dan jahe di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, pada Ahad, 29 November 2015, pukul 05.20 WIB. Sejumlah saksi menyebutkan Lamborghini itu terlibat aksi kebut-kebutan dengan mobil Ferrari sebelum kecelakaan terjadi.

    Satu orang tewas dan dua lain menderita luka-luka dalam kecelakaan itu. Mereka adalah Kuswanto, 51 tahun, (korban tewas); istri Kuswanto, Srikanti, 41 tahun, dan penjual minuman, Mujianto, 44 tahun.

    Wiyang sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Setelah sembuh putra pengusaha mesin diesel itu ditahan di Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya untuk menjalani pemeriksaan pada 5 Desember 2015.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.