Cegah Kerusuhan, LP Palopo Digeledah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berusaha mencegah aksi anarkis yang dilakukan para napi saat terjadi kerusuhan di Lapas Kelas IIA Palopo, Sulsel, Sabtu (14/12). ANTARA/Lucas

    Polisi berusaha mencegah aksi anarkis yang dilakukan para napi saat terjadi kerusuhan di Lapas Kelas IIA Palopo, Sulsel, Sabtu (14/12). ANTARA/Lucas

    TEMPO.CO, Palopo - Kepolisian Resor Palopo bersama jajaran TNI dari Kodim 1403 Sawerigading, Palopo, menggeledah semua blok di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Palopo. Penggeledahan yang dipimpin Dandim 1403 Sawerigading Letnan Kolonel Cecep Sutendi dan Kepala Polres Palopo Ajun Komisaris Besar Dudung Adijono tersebut dimulai pukul 23.00 Wita.

    Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang elektronik yang tidak boleh dibawa masuk LP, di antaranya laptop dan telepon seluler. Petugas juga menemukan beberapa pisau dan silet.

    Dandim 1403 Sawerigading Letkol Cecep Sutendi mengatakan razia tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan pasca-kerusuhan yang terjadi di LP di beberapa daerah. Apalagi, ucap Cecep, LP Palopo pernah dibakar ratusan narapidana yang mengamuk.

    "Untuk memastikan di LP Palopo aman dan tidak ada narapidana atau tahanan titipan yang menyimpan barang-barang terlarang," ujar Cecep, Kamis, 31 Desember 2015.

    Cecep menjelaskan, razia ini melibatkan sipir yang bertugas, Kepolisian RI, dan TNI bersenjata laras panjang. "Termasuk mencari narkotik dan psikotropika," tutur Kapolres Palopo Ajun Komisaris Besar Dudung Adijono.

    Kepala LP Palopo Kusnali mengatakan, menjelang pergantian tahun, situasi LP benar-benar harus kondusif. "Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak kita inginkan, sehingga dilakukanlah razia," ucap Kusnali.

    HASWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.