Tahun Baru, Tiga Taman di Kota Bandung Gelar Acara Meriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot Transformers berkonsep angkutan kota di Taman Cibeunying, Bandung, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Robot ini terbuat dari bahan serat kaca dan bisa menyala saat malam hari. TEMPO/Prima Mulia

    Robot Transformers berkonsep angkutan kota di Taman Cibeunying, Bandung, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Robot ini terbuat dari bahan serat kaca dan bisa menyala saat malam hari. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arief Prasetya mengatakan, pesta pergantian malam tahun baru 2016 akan dipusatkan di Jalan Asia Afrika dan Taman Alun-alun Kota Bandung.

    Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung akan berupaya untuk memecah konsentrasi masa agar warga tidak terlalu membludak di Alun-alun Bandung, caranya adalah membuat keramaian di beberapa taman lainnya. "Untuk memecah keramaian digelar juga di taman alun-alun Ujungberung ada kegiatan dari warga," tuturnya.

    Taman lain yang akan digelar dijadikan pusat keramaian adalah Taman Film, Jalan Tamansari. Disana, akan diadakan pemutaran film gratis. "Semalam suntuk, sampai operatornya ngantuk saja," ucapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Herlan Joerliawan menambahkan, pihaknya tidak merancang acara pesta pergantian tahun 2016. "Cuma Car Free Night (CFN) saja sepanjang jalan Asia Afrika sampai Alun-alun," akunya.

    Untuk hiburan, lanjutnya akan digelar oleh masing-masing sponsor di dalam CFN. Panggung-panggung yang akan digunakan juga adalah milik radio-radio yang ikut mensponsori. "Intinya cuma memeriahkan CFN saja. Kembang api ada, tapi yang biasa. Tidak lama," jelasnya.

    Menurut Herlan, CFN digelar agar warga tidak melakukan konvoi dan pawai kendaraan di jalan.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.