Di Salemba, Pangkostrad: Napi Juga Harus Berguna untuk Bangsa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas BNP saat melakukan penggerebekan di Rutan Salemba, operasi ini dilakukan untuk memutus mata rantai jaringan narboka di Lembaga Permasyarakatan, Jakarta, Selasa (13/1).TEMPO/Tri Handiyatno

    Sejumlah petugas BNP saat melakukan penggerebekan di Rutan Salemba, operasi ini dilakukan untuk memutus mata rantai jaringan narboka di Lembaga Permasyarakatan, Jakarta, Selasa (13/1).TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya akan siap sedia jika dimintai bantuan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam bentuk apa pun. "Apabila diundang ya kami siap," kata Edy saat ditemui di rumah tahanan kelas I Salemba, pada Rabu, 30 Desember 2015.

    Ia menjelaskan bahwa dalam memberikan bantuan, akan diberikan bantuan fisik maupun nonfisik. Namun mengenai pembantuan anggota Kostrad untuk ikut menjaga Rutan, Edy mengatakan hal itu harus atas persetujuan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. "Kalau itu harus tanya ini (Dirjen Pemasyarakatan)."

    Edy Rahmayadi hadir di Rutan Salemba dalam rangka memberikan ceramah tentang wawasan kebangsaan dan bela negara di hadapan para narapidana dan petugas pemasyarakatan.

    Ia mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan tenaga dari seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya yang memiliki kebebasan bergerak, tapi juga yang sedang terkungkung kebebasannya dan menjalani hukuman di tahanan.

    "Kami sangat sadari bangsa ini memerlukan orang-orang Indonesia, termasuk yang ada di dalam (tahanan) ini," ujarnya. Edy melanjutkan, nantinya ia menginginkan tahanan yang keluar dari Salemba kelak menjadi pribadi yang lebih baik.

    "Keluar dari sini harus menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini," ujarnya. Edy juga sempat bercengkerama dengan para tahanan, dengan cara berfoto bersama dengan para tahanan. Terlihat di antara tahanan yang ikut berfoto ada artis Sandy Tumiwa, yang memang sedang ditahan karena terbelit kasus investasi bodong.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.