Alun-alun Bandung Bau Kaki, Ini Tanggapan Dinas Pertamanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain di lapang rumput sintetis saat berlangsungnya salat Istisqo berjamaah di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 25 Oktober 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan bermain di lapang rumput sintetis saat berlangsungnya salat Istisqo berjamaah di Alun-Alun Bandung, Jawa Barat, 25 Oktober 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kondisi Taman Alun-alun Bandung yang mulai memudar keindahannya dikeluhkan banyak warga Bandung di media sosial. Selain rumput sintetisnya bau kaki, warga mengeluhkan banyaknya serangga kecil di sela rerumputan taman itu.

    Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung Arief Prasetya membenarkan bahwa rumput sintetis di Taman Alun-alun Bandung memang bau. Namun pihak Pemerintah Kota Bandung tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Menurut Arief, perawatan Taman Alun-alun Bandung sebenarnya masih berada dalam tanggung jawab pihak ketiga sebagai pemberi hibah. "Tapi kita suka bantu karena kan sulit," kata Arief.

    Arief mengakui anak buahnya kesulitan menghilangkan bau di atas rumput sintetis tersebut. Padahal, lanjutnya, setiap dua pekan sekali rumput palsu tersebut sudah dicuci dan disiram dengan air cuka.

    "Karena memang kalau karpet kehujanan baunya memang begitu, lembab. Kami sudah coba ditaburin pakai cuka tapi tidak membawa perubahan banyak. Sudah pernah juga pakai Molto. Wangi, tapi sementara saja. Kalau kehujanan, kepanasan, bau lagi," kata Arief.

    Meski bau kaki, karena kondisi rumput sintetis di Alun-alun Bandung masih bagus dan belum rusak, rumput palsu tersebut tidak akan diganti dalam waktu dekat.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.