Trompet Tahun Baru Sampul Al-Quran Juga Ditemukan di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terompet berbahan sampul Al-Qur'an. Foto: Istimewa

    Terompet berbahan sampul Al-Qur'an. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Bekasi - Trompet berbahan dasar sampul kitab suci Al-Quran juga ditemukan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Walhasil, Kepolisian Sektor Cikarang Barat menyita sedikitnya 20 trompet dari dua pedagang di wilayah setempat pada Senin malam, 28 Desember 2015.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya polisi yang melakukan Operasi Cipta Kondisi mendapati trompet yang berbeda dengan biasanya di Pasar Pamor, Jalan Raya Bosih, Kampung Selang, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung. Trompet itu dijual Abdul Manaf, 40 tahun.

    Dari tangan Manaf, polisi menyita sepuluh trompet yang terdiri atas dua trompet berbahan dasar sampul Al-Quran dan delapan trompet biasa. Polisi akhirnya mengetahui trompet itu didapat dari distributor di Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Suherman, 31 tahun.

    Dari tangan Suherman, polisi menyita 39 trompet yang terdiri atas 18 trompet berbahan dasar sampul Al-Quran dan 21 trompet berbahan dasar kertas biasa tanpa ada tulisan Arab. Jadi total trompet yang disita berjumlah 49. "Saya hanya jualan saja, enggak tahu ada tulisan," ucap Suherman, Selasa, 29 Desember 2015.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Komisaris Besar Awal Chairudin menuturkan polisi masih mendalami temuan tersebut. Karena itu, polisi belum dapat menyimpulkan perihal bahan dasar yang dipakai untuk membuat trompet itu. "Nanti, kalau ada perkembangan, akan saya sampaikan," kata Awal.

    Sebelumnya, trompet serupa bikin geger warga di Jawa Tengah. Walhasil, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyita 2,3 ton kertas bekas sampul bertuliskan Arab. Penyitaan dilakukan setelah ada aduan penjualan trompet berbahan dasar sampul Al-Quran oleh ulama di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu, 27 Desember 2015.

    ADI WARSONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.