Revisi UU KPK, Agus Rahardjo Pasrah ke Presiden dan DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berjalan didampingi Ketua KPK yang baru Agus Rahardjo dalam peresmikan gedung baru KPK di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta, 29 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Presiden Joko Widodo berjalan didampingi Ketua KPK yang baru Agus Rahardjo dalam peresmikan gedung baru KPK di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta, 29 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo enggan berkomentar mengenai rencana revisi Undang-Undang KPK oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Menurut dia, kekuasaan untuk mengambil kebijakan revisi tersebut bukan dari lembaganya.

    “Yang mempunyai kekuasaam itu, kan DPR dan Presiden,” kata Agus saat ditemui usai acara peresmian gedung baru KPK pada Selasa, 29 Desember 2015.

    Agus mengatakan pimpinan KPK sebelumnya sudah mengambil sikap soal revisi tersebut. Namun, dia berjanji akan mengevaluasi keputusan yang diambil pimpinan KPK dengan Ketua Taufiqurrahman Ruki tersebut.

    Dalam rapat pembahasan usul perubahan atas UU KPK yang diselenggarakan DPR pada awal Oktober lalu, diantaranya KPK hanya berusia 12 tahun. Selain itu, dalam draf revisi disebutkan lebih difungsikan sebagai lembaga pencegahan korupsi, bukan penindakan korupsi. Berikutnya, KPK hanya bisa menangani kasus korupsi dengan nilai kerugian minimal Rp 50 miliar.

    DPR juga mengusulkan agar mengangkat empat anggota dewan eksekutif untuk bertugas sebagai pelaksana harian pimpinan KPK. Berikutnya, parlemen mengusulkan agar kewenangan penuntutan dan penyelidik harus atas usul kepolisian serta kejaksaan.

    Selain itu penyadapan juga harus seizin ketua pengadilan negeri. Usul lainnya adalah KPK diberi kewenangan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Dalam undang-undang saat ini, KPK tak boleh mengeluarkan SP3.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.