Gubernur Aher Resmikan Apartemen Transit untuk Buruh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apartemen transit Rancaekek di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dengan harga sewa paling mahal Rp 300 ribu per unit per bulan, apartemen bisa disewa hingga 6 tahun dengan harapan setelah itu pekerja bisa menabung dan menyicil rumah sendiri. TEMPO/Prima Mulia

    Apartemen transit Rancaekek di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dengan harga sewa paling mahal Rp 300 ribu per unit per bulan, apartemen bisa disewa hingga 6 tahun dengan harapan setelah itu pekerja bisa menabung dan menyicil rumah sendiri. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan hunian apartemen transit di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Selasa, 29 Desember 2015. Apartemen transit itu merupakan satu di antara empat apartemen yang dibangun pemerintah Jawa Barat guna menyelesaikan masalah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Barat, khususnya buruh.

    "Kami sebut ini apartemen transit, tidak pakai istilah rusunawa (rumah susun sementara sewa) karena rusun sering kali gambarannya kumuh dan kurang bagus, tapi ini kami desain sedemikian rupa agar lebih nyaman," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang akrab disapa Aher, kepada wartawan seusai acara peresmian.

    Selain di Rancaekek, apartemen transit itu dibangun di beberapa daerah lain di Jawa Barat, di antaranya di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung; Batu Jajar, Kabupaten Bandung Barat; dan Ujung Berung, Kota Bandung. "Semuanya kami sediakan untuk buruh, kecuali yang di Ujung Berung, untuk PNS, ya," katanya.

    Menurut Aher, hunian itu dinamai apartemen transit lantaran penghuni apartemen tersebut bersifat sementara dan tidak bisa menetap selamanya. "Jadi maksimal lamanya menghuni itu 3 tahun. Tapi, kalau memenuhi kriteria, bisa nambah satu periode," tuturnya.

    Selain penghuni diharuskan membayar uang sewa, kebijakan yang diterapkan pemerintah Jawa Barat bagi penghuni adalah wajib menabung. Hal itu, kata Aher, bertujuan agar penghuni bisa membeli rumah tetap dan tidak selamanya tinggal di apartemen. "Kan namanya juga transit, makanya kami wajibkan buat menabung agar, ketika nanti habis masa sewanya di sini, mereka bisa membeli rumah sendiri," katanya.

    "Mereka dibimbing supaya menabung bisa dapat Rp 9 juta saja itu harga 5 persen dari rumah tipe 36, saya kira dengan rumah itu cukup memadai untuk keluarga kecil dengan anak dua, ya," tuturnya. "Ketika itu dibina benar tiga tahun ke depan, kita sudah punya alumni apartemen transit dan membeli rumah pribadi dengan biaya uang muka dari tabungan selama mereka tinggal di sini."

    Apartemen transit Rancaekek merupakan apartemen dengan lahan paling luas dibanding apartemen di daerah lain. Terdapat sekitar lima twin block dengan jumlah rumah 579 unit. Adapun luas lahannya sekitar 3,8 hektare. Apartemen transit lainnya, yakni Solokan Jeruk, berdiri di lahan seluas 0,9 hektare, Batu Jajar seluas 0,45 hektare, dan Ujung Berung seluas 0,5 hektare.

    Kepala Dinas Permukiman dan Pertamanan Jawa Barat Bambang Rianto mengatakan terdapat dua tipe rumah di apartemen itu, yakni tipe 24 dan 27. Tipe 24 meliputi 1 ruang tamu, 1 kamar beserta dapur, toilet, serta tempat menjemur pakaian. "Kalau tipe 27 itu bedanya kamarnya ada 2," ujarnya.

    Harga sewa untuk tiap unit rumah di apartemen itu pun terbilang murah. Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 250-300 ribu per bulan, masyarakat bisa mendapatkan seluruh fasilitas yang ada di apartemen tersebut.

    Harga tertinggi dipatok untuk tipe 27 di lantai 2, dengan biaya sewa Rp 300 ribu. "Semakin ke atas, harga sewanya semakin murah. Tapi, khusus yang lantai 1, kami peruntukan bagi para difabel," ucapnya.

    Salah satu penghuni apartemen transit, Mintu Ngatminem, 35 tahun, mengatakan kehadiran apartemen itu sangat membantu ia beserta keluarganya. Selain harga sewanya yang terbilang murah, ia pun bisa menabung agar bisa membeli rumah tetap. Mintu berprofesi sebagai buruh pabrik roti CV Franden Eka Jaya, yang  berdekatan dengan apartemen itu. Dia sudah bekerja sebagai buruh selama sekitar 15 tahun. 

    "Aslinya sih dari Semarang, Jawa Tengah, tapi sudah lama merantau bersama suami ke sini sehingga sudah punya KTP sini, karena kan syarat sewa rumah (apartemen) di sini harus punya KTP asli Jawa Barat," ujarnya.

    AMINUDIN AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.