Empat Korban KM Marina Dimakamkan Tanpa Identitas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Seksi SAR Makassar Roki Asikin menunjuk lokasi pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B saat melakukan koordinasi dengan tim SAR di Posko Tim SAR Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 26 Desember 2015. TEMPO/Iqbal lubis

    Kepala Seksi SAR Makassar Roki Asikin menunjuk lokasi pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B saat melakukan koordinasi dengan tim SAR di Posko Tim SAR Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 26 Desember 2015. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Kolaka - Empat jenazah korban Kapal Motor Marina Baru 2B dimakamkan tanpa identitas di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa, 29 Desember 2015. Keputusan itu diambil oleh kepolisian, tim DVI, dan pemerintah setempat. Banyak pertimbangan yang mendasari keputusan mengubur empat jenazah korban kapal nahas itu, meski belum teridentifikasi.

    "Iya, empat jenazah itu dikubur meskipun belum teridentifikasi. Toh, kita sudah ambil sampel DNA-nya sehingga masih dapat teridentifikasi kelak bila ada data pendukung," kata juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Ajun Komisaris Besar Sunarto, saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Desember 2015.

    Berdasarkan data kepolisian, dari 66 jenazah korban KM Marina, tersisa empat jasad yang belum dikenali. Rinciannya, 20 jenazah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Sulawesi Selatan dan Barat. Adapun tim DVI Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengidentifikasi 42 jenazah. Sebagian besar jenazah itu telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

    Sunarto menerangkan, pihaknya belum berhasil mengidentifikasi empat jenazah lantaran minimnya data ante-mortem. Setelah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan, tidak ditemukan juga data yang cocok dengan empat mayat itu. Karena itu, polisi memutuskan menguburkannya mengingat kondisi mayat semakin rusak. Bila tak cepat dikubur, pihaknya juga khawatir akan menimbulkan penyakit.

    Empat jenazah itu dikebumikan di Kolaka, menurut Sunarto, bukan tanpa alasan. Kolaka dipilih menjadi lokasi pemakaman karena kebanyakan penumpang KM Marina berasal dari daerah itu. Kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait ihwal kemungkinan adanya keluarga korban yang ingin memberikan data ante-mortem untuk dicocokkan dengan sampel DNA dan data post-mortem keempat jenazah.

    Hingga hari ke-10 operasi SAR KM Marina di Teluk Bone, 106 dari 118 penumpang dan awak kapal nahas itu berhasil ditemukan. Rinciannya, 66 meninggal, 40 selamat, dan 12 masih hilang. Sunarto menyebut, di perairan wilayah hukumnya, ditemukan 79 korban dengan rincian 46 meninggal dan 33 selamat. Sisanya terdampar di perairan Sulawesi Selatan.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban KM Marina yang dievakuasi ke wilayah hukumnya. "Totalnya 20 jenazah sudah dikenali dan hampir semuanya telah diserahkan ke pihak keluarga. Terakhir kami identifikasi satu jenazah kemarin atas nama Andi Sitti Raodah (17) asal Kolaka," ucapnya.

    Disinggung soal kelanjutan operasi SAR KM Marina, Barung dan Sunarto menyerahkan ke Badan SAR Nasional. Kepolisian sebatas mem-backup pencarian dengan mengerahkan aparat kepolisian setempat dan kepolisian perairan. Berlanjut atau tidaknya pencarian korban KM Marina, aparat polisi tetap akan memantau perairan di wilayah hukumnya. "Kan ada polair yang patroli. Tapi soal operasi SAR KM Marina bergantung Basarnas," tutur Sunarto.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.