KPK Kembali Panggil Saksi Kasus Dugaan Korupsi RJ Lino  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 30 November 2015. RJ Lino diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane di PT Pelindo II. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino atau RJ Lino tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 30 November 2015. RJ Lino diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi pengadaan 10 mobil crane di PT Pelindo II. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil Direktur Teknik Pelindo II Mashudi Sanyoto sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan quay container crane (QCC).

    “Mashudi Sanyoto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Richard Joost Lino,” ujar juru bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, ketika dihubungi pada Selasa, 29 Desember 2015.

    Pada 18 Desember 2015, KPK telah menetapkan bekas Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, sebagai tersangka dalam kasus pengadaan tiga unit QCC. Lino diduga telah menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

    Menurut Yuyuk, modusnya, Lino diduga memerintahkan pengadaan tiga unit QCC dengan menunjuk langsung HDHM dari Cina sebagai penyedia barang. Tiga unit QCC tersebut ditempatkan di Pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.

    "KPK menemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan dan menetapkan Lino sebagai tersangka," kata Yuyuk.

    Menurut informasi, nilai kerugian negara mencapai Rp 60 miliar. Atas perbuatan Lino, KPK menjeratnya dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

    BAGUS PASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.