Kasus Engeline, Anak Kandung Margriet Menangis di Sidang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak sulung Margriet Christina Megawe, Yvonne Caroline Megawe saat menjadi saksi di persidangan kasus pembunuhan Engeline di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 28 Desember 2015. TEMPO/Bram Setiawan

    Anak sulung Margriet Christina Megawe, Yvonne Caroline Megawe saat menjadi saksi di persidangan kasus pembunuhan Engeline di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 28 Desember 2015. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Denpasar - Anak kandung terdakwa Margriet, Yvonne Caroline Megawe, menangis saat menjadi saksi dalam persidangan ibunya. Di hadapan majelis hakim, Yvonne dan Margriet, saling bertatapan dan keduanya terus menangis sejak sidang baru dimulai. 

    Sesekali Yvonne terlihat tak mampu menahan emosi saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim. Dalam kesaksiannya itu, Yvonne mengaku tak pernah melihat jasad adik angkatnya, Engeline, sampai bocah mungil delapan tahun itu dimakamkan di Banyuwangi, Jawa Timur.

    Menurut Yvonne, pihak keluarganya tak diperkenankan masuk ke ruang jenazah RSUP Sanglah, sejak Engeline dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015. Yvone juga menuturkan, bahwa dirinya tidak pernah diberi tahu jika adik angkatnya itu ditemukan sudah tidak bernyawa di halaman rumah ibu kandungnya itu.

    "Saya tidak tahu persis apakah itu betul-betul itu adik saya? Tapi, (karena) sudah dites DNA, saya yakin itu adik saya,” kata Yvonne di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin, 28 Desember 2015.

    Yvone menuturkan bahwa dia menerima kabar kehilangan Engeline dari sahabat ibunya, Rohanna, pada 16 Mei 2015, sekitar pukul 18.00 Wita. “Waktu itu disampaikan Engeline sejak siang belum pulang ke rumah,” tuturnya.

    Mendengar kabar tersebut, kata Yvonne, ia bergegas menuju rumah ibunya di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar. Setelah tiba di rumah, ia bertemu pembantu ibu kandungnya, yakni Agus Tay Hamda May. Saat itu, Yvonne mengaku ibu kandungnya baru saja datang mencari Engeline ke tetangga sebelah rumah. Namun, Yvonne yang bertemu Agus langsung bertanya kepada pembantu di rumah ibu kandungnya itu mengenai hilangnya Engeline.

    Yvonne mengatakan saat itu ia tidak masuk ke dalam rumah. Ia hanya berdiri di halaman rumah bersama Rohanna dan Agus. Saat itu ia sambil menunggu ibu kandungnya, Margriet yang sedang mengganti pakaian untuk melaporkan kehilangan Engeline kepada pihak kepolisian.

    “Saya telepon teman disarankan lapor dulu ke kepala lingkungan. Saya, mami, dan Tante Rohanna langsung melapor ke kepala lingkungan. Kemudian, disarankan melapor ke polisi,” kata Yvonne.

    “Saya lapor ke Polsek Denpasar Timur. Diminta foto terakhir Engeline. Saya berikan waktu kami sekeluarga merayakan ulang tahun mami di restoran pada Maret lalu,” tambahnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.