Ulang Tahun ke-12, KPK Resmikan Gedung Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung KPK. TEMPO/ Bagus Prasetiyo

    Gedung KPK. TEMPO/ Bagus Prasetiyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meresmikan gedung barunya pada hari ini. Peresmian gedung itu dilakukan bertepatan dengan ulang tahun ke-12 dari komisi antirasuah tersebut.

    “Hari ini ultah ke-12 KPK dan dibarengi dengan peresmian gedung baru,” ujar Pimpinan KPK Agus Rahardjo saat ditemui sebelum acara peresmian gedung KPK, Selasa, 29 Desember 2015. Agus melanjutkan, rakyat Indonesia sangat berperan dalam pembuatan gedung komisi antirasuah tersebut. “Dulu kan rakyat saweran uang untuk KPK, ingat enggak?”

    Adapun gedung baru KPK dibangun lantaran kantor lama berlantai sembilan di Kuningan, Jakarta Selatan, tidak mampu menampung jumlah pegawai lembaga antikorupsi yang terus membengkak. Saat ini, jumlah pegawai KPK mencapai 1.000 orang lebih. KPK pun menyediakan lahan seluas 8.000 meter persegi untuk proyek gedung itu.

    Kontraktor PT Hutama Karya mulai membangun gedung baru yang berbentuk trapesium atau geometri itu sejak 2013. Bangunan yang tak jauh dari gedung lama komisi antirasuah itu terdiri atas 16 lantai.

    Seperti halnya kantor KPK saat ini, setiap lantai akan dibagi sesuai dengan direktorat masing-masing. Di gedung itu, ada pula ruangan khusus untuk penyelidikan dan penyidikan.

    Selain untuk operasional, di bagian samping gedung dibangun penjara bagi koruptor dengan kapasitas sebanyak 50 orang. Rinciannya, 40 ruang untuk pria dan 10 ruang untuk wanita. Fasilitas penjara tak akan jauh berbeda dengan fasilitas yang ada saat ini. Ruang sel penjara di gedung KPK saat ini memiliki luas 2 x 3 meter. Isinya hanya ada tempat tidur seluas 0,9 x 1,8 meter, lemari, dan exhaust fan.

    Pembangunan gedung ini sempat menuai polemik karena ditolak Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. Namun pembangunan akhirnya disetujui pada 2013 dengan anggaran tahun jamak, yakni pada 2013 sebesar Rp 40,8 miliar, 2014 sebesar Rp 110,1 miliar, serta 2015 sebesar Rp 74,83 miliar.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.