Warga Rusia di Indonesia Diminta Waspada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin memberikan keterangan pers terkait penembakan jet Rusia di perbatasan Turki di Jakarta, 25 November 2015. TEMPO

    Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Galuzin memberikan keterangan pers terkait penembakan jet Rusia di perbatasan Turki di Jakarta, 25 November 2015. TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan negaranya tidak memberlakukan travel warning bagi rakyatnya untuk datang ke Indonesia. Menurut Galuzin, pihaknya hanya memberikan anjuran untuk meningkatkan kewaspadaan bagi warganya yang sudah ada di Indonesia.

    "Kami tidak melarang. Kami hanya menyarankan untuk lebih waspada dan menghindari tempat keramaian," kata Galuzin saat konferensi pers di atas kapal Bystry di Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 28 Desember 2015.

    Pemerintah Rusia juga menyarankan warganya agar sebaiknya diam di tempat-tempat mereka menginap yang memiliki fasilitas keamanan.

    Ia menambahkan hal tersebut dilakukan pemerintah negaranya karena mengikuti perkembangan keamanan yang ada di Indonesia. "Kami perhatikan betul perkataan otoritas keamanan Indonesia. Pernyataan-pernyataan petinggi pada publik yang mengatakan ada potensi teroris," katanya.

    Menjelang Natal, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso sempat mengatakan Indonesia sedang dalam siaga satu ancaman terorisme. Hal ini akibat penangkapan beberapa orang terduga teroris di berbagai daerah.

    Namun Galuzin percaya pemerintah Indonesia memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan negara dari serangan teroris. "Kami tahu sudah banyak pula teroris yang tertangkap. Kami percaya, kami apresiasi upaya pengamanan itu," ucapnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.