Dorong Reshuffle, PAN Disebut Menteri Tjahjo Dikte Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) menghadiri rapat koordinasi persiapan akhir penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2015 di Kantor KPU, Jakarta, 6 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) menghadiri rapat koordinasi persiapan akhir penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2015 di Kantor KPU, Jakarta, 6 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Pusat Partai Amanat Nasional Aziz Subekti soal perombakan kabinet terkesan mendikte hak prerogatif presiden. Ia menilai, pernyataan tersebut tidak etis. "Apalagi PAN menyampaikan secara terbuka dalam membangun komunikasi dengan presiden," kata Tjahjo, Senin, 28 Desember 2015.

    Menurut Tjahjo, berkomunikasi dengan presiden sah-sah saja. Namun, kata Tjahjo, PAN menebar rumor yang dapat mengganggu stabilitas kerja kabinet. Meski begitu, Tjahjo memastikan kinerja para menteri tak akan terganggu dengan adanya desas-desus semacam itu.

    "Semua menteri tetap kerja di bawah arahan Pak Presiden dan tetap menyerahkan penilaian kinerjanya kepada beliau," katanya.

    Menurut Tjahjo, Presiden Joko Widodo dan para menteri berupaya terus membangun komunikasi, keselarasan, dan keseimbangan dengan seluruh pemimpin partai politik, lembaga negara, dan elemen masyarakat. "Soal reshuffle sendiri tak pernah dibicarakan," ujar Tjahjo.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Aziz Subekti mengatakan ada dua menteri yang akan dicopot dan digantikan dengan kader partainya. Pertama, kata dia, Jokowi akan mencopot Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan akan diganti Taufik Kurniawan, kader PAN yang saat ini menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

    Kedua, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, kata Azis, akan digantikan Asman Asnur, kader PAN yang saat ini menjadi anggota Komisi Kependudukan dan Kesehatan DPR.


    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.