Di Sulawesi Tenggara, 9 Jenazah Korban KM Marina Belum Bisa Dikenali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Basarnas bersama anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara dan TNI Al mengangkat  Jenazah penumpang korban KM Marina Baru 2B saat dievakuasi di perairan Pakoe, Kolaka Utara,  Sulawesi Tenggara, 24 Desember 2015. Diketahui 37 jenazah penumpang KM Marina berhasil dievakuasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah anggota Basarnas bersama anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara dan TNI Al mengangkat Jenazah penumpang korban KM Marina Baru 2B saat dievakuasi di perairan Pakoe, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 24 Desember 2015. Diketahui 37 jenazah penumpang KM Marina berhasil dievakuasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Ajun Komisaris Besar Sunarto, mengatakan di wilayah hukumnya terdapat 46 mayat yang berhasil dievakuasi. Tinggal sembilan jenazah yang belum bisa dikenali.

    "Permasalahannya sama dengan identifikasi di Sulawesi Selatan. Data ante-mortem belum ada yang cocok dengan sembilan jenazah itu. Kami masih berusaha mengidentifikasi sambil membantu tim SAR gabungan melakukan pencarian," kata Sunarto, Senin, 28 Desember 2015.

    Hingga kini, Sunarto menuturkan tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang perairan Kolaka dan Kolaka Utara. Operasi SAR berfokus di wilayah itu lantaran kebanyakan korban KM Marina ditemukan di daerah tersebut.

    Sunarto mengatakan pihaknya mengerahkan aparat kepolisian setempat dan polisi perairan untuk membantu tim SAR. "Selama pencarian masih dilakukan, kami tetap turun membantu," ujarnya.

    Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal Ivan Ahmad Riski Titus mengatakan operasi SAR KM Marina di Teluk Bone masih berlanjut. Operasi SAR kapal nahas itu diperpanjang hingga Selasa, 29 Desember 2015.

    Hingga kini tim SAR gabungan sudah berhasil mengevakuasi 106 dari 118 penumpang dan awak KM Marina. Rinciannya, 66 meninggal, 40 selamat, dan 12 hilang. Operasi SAR dilakukan meliputi dua provinsi, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

    Kapal Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Tobaku menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember, pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanan, kapal yang memuat lebih dari 100 penumpang itu dihantam ombak tinggi. Akibatnya, bak mesin kapal itu pecah dan kemasukan air. Nakhoda KM Marina sempat mengabarkan cuaca buruk ke pihak syahbandar sebelum dinyatakan hilang kontak.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.