Temuan Sumur Kuno di Sidoarjo Diduga Peninggalan Majapahit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menggali tumpukan batu bata yang menyerupai sumur di areal persawahan Urangagung, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Sejumlah warga menggali tumpukan batu bata yang menyerupai sumur di areal persawahan Urangagung, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Sebuah bangunan menyerupai sumur kuno ditemukan di sekitar situs Urangangung di Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten  Sidoarjo, Jawa Timur. Bangunan itu berada sekitar 16 meter di sebelah utara situs berbentuk parit yang ditemukan beberapa bulan sebelumnya. Diduga situs itu terkait dengan peninggalan Kerajaan Majapahit.

    Sumur kuno itu ditemukan Sugiantono, warga setempat, yang juga penemu awal situs Urangagung. "Saya temukan Sabtu malam (Minggu dinihari) kemarin," kata Sugiantono, Senin, 28 Desember 2015.

    Sebelum menemukan sumur itu, Sugiantoro mengaku mendapat petunjuk melalui mimpi. Namun ia tak segera mencari keberadaan sumur tersebut karena situs Urangagung sedang ramai dikunjungi orang. Akhirnya pada Minggu dinihari ia diam-diam mencari sumur seperti petunjuk dalam mimpinya, sambil membawa linggis.

    "Saya bermimpi tempat mandi pengunjung yang berada di sebelah selatan situs pindah tempat ke utara. Tanpa banyak omong saya cari ke utara. Setelah posisi diketahui, habis subuh saya gali sendiri sebelum kemudian dibantu banyak warga," katanya.

    Berdasarkan pengamatan Tempo di lokasi penemuan, bangunan yang menyerupai sumur itu disusun dengan tumpukan batu bata merah berdiameter 70 sentimeter. Batu-batu itu disusun melingkar. Setiap batu berbentuk seperempat lingkaran dengan ketebalan sekitar sepuluh sentimeter.

    Arkeolog senior dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Edi Tri Haryantoro, menduga bangunan itu berupa sumur yang biasa ditemukan di area bangunan suci. "Tampaknya itu sejenis sumur dan dalam area bangunan suci," katanya saat dihubungi.

    Berdasarkan penemuan sebelumnya, Edi menduga situs Urangagung merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Bekas Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Samarinda ini meyakini ada bangunan petirtaan yang masih terpendam di sekitar situs Urangagung.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.