Perjelas Nasib Setya Novanto, MKD Akhirnya Bacakan Vonis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, memberi salam usai pidato pengunduran dirinya saat Rapat Paripurna ke-15 di Gedung Nusantara II,  Senayan, Jakarta, 18 Desember 2015. Mundurnya setelah kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden ini menjadi peristiwa politik terbesar di 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Mantan Ketua DPR, Setya Novanto, memberi salam usai pidato pengunduran dirinya saat Rapat Paripurna ke-15 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, 18 Desember 2015. Mundurnya setelah kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden ini menjadi peristiwa politik terbesar di 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan berencana menjatuhkan vonis atas kasus mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Junimart Girsang mengatakan sikap itu diambil guna memberikan kepastian hukum. "Kami akan bacakan setelah reses," ujarnya, Senin, 28 Desember 2015.

    Rangkaian persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan terkait dengan kasus Setya Novanto berakhir tanpa putusan. Setya, yang dilaporkan mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan saham PT Freeport, mendadak mengundurkan diri dari kursi Pimpinan DPR menjelang pembacaan vonis yang berencana menjatuhkan putusan bersalah.

    SIMAK: Kaleidoskop 2015: Gonjang-ganjing Drama Setya Novanto  

    Menurut Junimart, kasus Setya belum bersifat final karena ditutup setelah hakim ketua membacakan surat pengunduran diri Setya Novanto. Padahal seluruh kasus yang diproses MKD mestinya berujung pada pembacaan vonis. "Kemarin itu belum final. Kami baru membaca amarnya saja. Kalau putusan itu panjang bacanya," katanya.

    SIMAK: Kasus Calo Freeport, Kejagung Kembali Periksa Staf Setnov  

    Junimart menjelaskan, vonis Setya Novanto tak akan melenceng dari pandangan awal masing-masing anggota MKD. Saat itu, sepuluh anggota sepakat menjatuhkan vonis sedang, sementara tujuh anggota lain memilih vonis berat. "Implikasi vonis sedang, seorang anggota DPR tak diperbolehkan duduk sebagai pimpinan alat kelengkapan," kata Junimart.

    Junimart tak mempersoalkan sikap pengunduran diri Setya. Begitu pun dengan keputusan Partai Golkar yang kembali menempatkannya sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR. Menurut dia, sikap itu merupakan domain pribadi dan kebijakan internal partai. "Jadi tak masalah. Karena dengan putusan MKD, dia juga harus mengundurkan diri," ujarnya.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.