Bareskrim Bongkar Sindikat Narkoba Senilai Rp 17 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra saat menggelar rilis di Mako Ditnarkoba, Cawang, Jakarta, 21 Oktober 2015. Polisi berhasil menangkap dua tersangka sindikat jaringan Internasional dengan barang bukti berupa 12.400 butir ekstasi dan 5 kg sabu senilai Rp 17,4 milyar. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra saat menggelar rilis di Mako Ditnarkoba, Cawang, Jakarta, 21 Oktober 2015. Polisi berhasil menangkap dua tersangka sindikat jaringan Internasional dengan barang bukti berupa 12.400 butir ekstasi dan 5 kg sabu senilai Rp 17,4 milyar. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri membongkar sindikat perdagangan narkoba senilai Rp 17 miliar. "Itu berasal dari tiga jaringan besar, satu di antaranya berniat mengekspor ke Australia," ujar Direktorat Tindak Pidana Narkoba Brigadir Jenderal Anjan Pramuka Putra, Senin, 28 Desember 2015.

    Menurut Anjan, penangkapan terhadap tiga jaringan besar itu dilakukan di tempat berbeda dalam waktu yang berbeda. Penangkapan pertama berhasil menyita ganja dari Aceh sebanyak 1,5 ton dengan nilai Rp 6 miliar, selanjutnya sabu dan ekstasi seberat 1 kilogram serta 12 ribu butir ekstasi senilai Rp 6 miliar, kemudian sabu di Aceh seberat 2 kilogram sabu dan 2 ribu butir ekstasi senilai Rp 5 miliar.

    Polisi menangkap empat tersangka, yakni YS 31 tahun, FI (37), SG (65), dan BS (40). Mereka diduga memiliki jaringan peredaran narkoba di Aceh, Medan, Jakarta, dan Jawa Barat. Selain itu, mereka memiliki jaringan di Surabaya, Bali, dan Semarang.

    Anjan menceritakan kronologi penangkapan terhadap tersangka YS. Menurut dia, YS ditangkap pada 16 Desember 2015 di kawasan rest area KM 68 jalan tol Tangerang-Merak. Polisi menemukan 1,5 ton ganja di dalam truk yang dibungkus menggunakan 39 karung. Untuk mengelabui polisi, YS mencampur karung ganja dengan muatan sembako.

    YS dicurigai sebagai kurir yang mengambil ganja untuk disimpan di sebuah gudang. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus untuk membongkar jaringannya. "Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait."

    Polisi juga menangkap FI, jaringan pengedar sabu dan pil ekstasi senilai Rp 5 miliar. Dia ditangkap pada 27 November 2015 saat akan pergi ke Semarang. Selain itu polisi juga membongkar jaringan sabu dan ekstasi di Jakarta senilai Rp 6 miliar.

    Pelaku yang ditangkap di Jakarta adalah SG dan BS. Dari keterangan SG, kata Anjan, dia berniat mengirimkan barang haram itu ke BS yang berada di Banyuwangi. Polisi pun kemudian menangkap BS yang berniat mengedarkan sabu dan ekstasi ke Surabaya. "Mereka dijerat Pasal 114, Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika." Ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.