Kaleidoskop 2015: Gatot Pujo & OC Kaligis, Target Kakap KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • O.C. Kaligis, terdakwa kasus suap panitera PUTN Medan, bersama terdakwa lain, Gatot Pujo Nugroho dan Evi Susanti di Pengadilan Tipikor Jakarta. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    O.C. Kaligis, terdakwa kasus suap panitera PUTN Medan, bersama terdakwa lain, Gatot Pujo Nugroho dan Evi Susanti di Pengadilan Tipikor Jakarta. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama Oktober dan November 2015, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan pengacaranya, Otto Cornelius Kaligis, menjadi "bintang" di berbagai media. Nama Gatot Pujo membetot perhatian lantaran menjadi tersangka dalam empat kasus dugaan korupsi sekaligus, tiga perkara di Komisi pemberantasan Korupsi, dan satu kasus lagi ditangani oleh Kejaksaan Agung.

    Penetapan tersangka untuk Gatot bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Tripeni Irianto, dua anggota majelis hakim, panitera pengadilan, dan pengacara Yagari Bhastara Guntur alias Gery. Gery yang tergabung dalam Lawfirm OC Kaligis and Partners itu diduga menyuap hakim untuk memuluskan gugatan Pemprov Sumatera Utara melalui Kabiro Keuangan Ahmad Fuad Lubis.

    Keterlibatan Gatot diduga karena dia memerintahkan Fuad Lubis mengajukan gugatan ke PTUN Medan atas surat perintah penyidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial Bantuan Daerah Bawahan Sumatera Utara anggaran 2012-2013. Gatot juga tersangka di KPK untuk dua kasus lagi, yakni dugaan suap ke Sekretaris Jenderal Partai NasDem dan anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014.

    Dalam berbagai kesaksiannya di dalam sidang untuk para terdakwa yang sudah dimejahijaukan, Gatot banyak menyangkal keterlibatannya. Saat diperiksa untuk terdakwa Syamsir Yusfan, Gatot menyangkal Gatot pernah diberitahukan oleh istrinya, Evy Susanti, bahwa uang dolar yang diberikan kepada hakim PTUN terkait juga untuk panitera. "Seingat saya tidak, sampai saat ini tidak," kata Gatot.

    Ia tetap saja berkelit ketika dicecar hakim apakah dia orang yang memberi saran kepada Ahmad Fuad agar memilih Kaligis sebagai pengacaranya. Gatot lagi-lagi menjawab tidak tahu, tapi ia meralatnya. "Maksud saya, saya yang menyarankan. Ketika Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah dan Kepala Biro Keuangan dalam hal ini dipanggil Kejaksaan Agung, advice saya penuhi panggilan dan didampingi lawyer, dalam hal ini adalah OC Kaligis."

    Adapun Kaligis sendiri ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus dugaan penerimaan dan pemberian suap hakim PTUN Medan, yang juga melibatkan anak buahnya. Kaligis sudah dituntut hukuman 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum KPK. Ia juga dituntut membayar denda Rp 500 juta. Namun, hingga kini Kaligis tetap mengaku tak bersalah. "Tuntutan itu sentimentil dan tak masuk akal."

    TIM TEMPO


     

     

    Lihat Juga