Libur Natal, Pengunjung Pantai Padang Melonjak 200 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumalah wisatawan saat menikmati keindahan pantai Padang di Padang, Sumatera Barat, Senin (30/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumalah wisatawan saat menikmati keindahan pantai Padang di Padang, Sumatera Barat, Senin (30/12). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Padang - Wisatawan dari berbagai daerah memadati objek wisata Pantai Padang di Kota Padang, Sumatera Barat, pada liburan panjang yang bertepatan dengan Liburan Natal dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

    "Ada peningkatan jumlah pengunjung yang mendatangi Pantai Padang," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi kepada Tempo, Ahad 27 Desember 2015.

    Menurutnya, lonjakan wisatawan di Pantai Padang mencapai 200 persen. Hingga hari ini ada sekitar 10 ribu pengunjung yang memadati pantai itu.

    Medi berujar, wisatawan  tidak saja berasal dari Sumatera Barat. Mereka juga datang dari Riau, Jambi dan Sumatera Utara. "Kalau dilihat dari plat nomor kendaraannya, banyak pengunjung yang berasal dari Pekanbaru dan Jambi."

    Membludaknya pengunjung Pantai Padang, membuat jalan di sepanjang pantai itu padat dan macet. Terutama di kawasan Danau Chimpago yang memiliki banyak titik untuk berfoto.

    Kedepan, kata Medi, pemerintah Kota Padang berencana membongkar bangunan-bangunan liar yang di beberapa titik sepanjang Pantai Padang. Sebab, masih ada bangunan yang menghalangi pemandangan .

    Selain di sepanjang Pantai Padang, menurutnya, peningkatan wisatawan juga terjadi di daerah Bungus, yang memiliki banyak objek wisata pantai.

    "Di kawasan Bungus, peningkatan terjadi hingga tiga kali lipat dari hari libur biasanya. Banyak wisatawan yang berlibur ke pulau di sekitar Bungus," ujarnya.

    Medi mengatakan, selama liburan panjang ini, tingkat hunian hotel di Padabg meningkat. Hampir semua hotel terisi penuh.

    Namun, Medi menyayangkan perilaku wisatawan yang kurang menjaga kebersihan pantai. Masih banyak warga membuang sampah tidak di tempatnya sehingga pantai terlihat kotor. "Tong sampah yang kita sediakan terlihat kosong. Tapi sampah berserakan di pantai."

    Medi meminta kesadaran wisatasan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Agar pantai terlihat bersih dan pengunjung nyaman berlibur.

    ANDRI EL FARUQI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.