Batik Air Setiap Pekan Mendapat Ancaman Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Airbus A320 Batik Air mendarat darurat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/4).  Isi pesan singkat yang diterima menyatakan bahwa dalam pesawat Batik Air itu ada bom. TEMPO/Fahmi Ali

    Pesawat Airbus A320 Batik Air mendarat darurat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/4). Isi pesan singkat yang diterima menyatakan bahwa dalam pesawat Batik Air itu ada bom. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur Batik Air Achmad Luthfi meminta Kementerian Perhubungan untuk serius menanggapi ancaman bom terhadap maskapai penerbangan. Sebab belakangan ini perusahaannya kerap mendapat ancaman itu. “Kami ini hampir tiap minggu diancam bom seperti insiden hari ini,” ujar Achmad saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 26 Desember 2015.

    Achmad mengatakan sejauh ini ancaman bom itu hanya isapan jempol. Diduga pelakunya hanya orang-orang iseng. Namun tetap saja tindakan itu membuat keberangkatan pesawat ditunda karena perusahaan harus memastikan keselamatan penumpang. "Kami rugi, penumpang juga rugi," katanya. "Kasihan masyarakat pengguna, ingin liburan malah jadi repot karena pesawat delay.”

    Menurut Achmad, dengan berlakunya undang-undang tentang penerbangan, seharusnya pemerintah bisa lebih mengambil tindakan lebih tegas. Selain itu pemerintah harus lebih masif mensosialisasikan aturan tersebut. "Karena tidak semua orang mengetahui seputar UU Penerbangan tersebut," ujarnya.

    Seorang pria bernama Endang Hendri Susandi, 28 tahun, mengaku membawa bom kepada kru kabin saat masuk ke pesawat batik air Kupang-Jakarta dengan nomor penerbangan ID6541. Mendengar hal tersebut, kru pesawat langsung memberi tahu kapten pilot. Tak lama kemudian, seluruh penumpang diminta untuk turun dari pesawat.

    Maskapai batik Air yang dijadwalkan terbang dari Kupang menuju Jakarta pada pukul 07.45 WIB harus ditunda. Kendati demikian, setelah dinyatakan aman oleh tim Gegana Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, pesawat terbang kembali pada pukul 11.00 WIB.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.