Tertunda 3 Jam, Batik Air yang Diancam Bom Terbang Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramugari berpose dekat Pesawat baru milik maskapai Batik Air di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 21 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pramugari berpose dekat Pesawat baru milik maskapai Batik Air di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, 21 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas keamanan Bandara El Tari, Kupang, menangkap seorang penumpang yang mengaku membawa bom ke dalam pesawat. Akibatnya, maskapai Batik Air yang dijadwalkan terbang dari Kupang menuju Jakarta pada pukul 07.45 WIB harus ditunda.

    Presiden Direktur Batik Air Achmad Luthfi membenarkan insiden yang terjadi tersebut. “Benar, ada yang mengancam bom lagi di Kupang untuk penerbangan kami,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 26 Desember 2015.

    Kendati demikian, pesawat tersebut sudah diperiksa tim Gegana Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dan dinyatakan aman. Sehingga pesawat tersebut sudah berangkat kembali pada pukul 11.00 WIB. “Sudah diperiksa dan dinyatakan aman. Sudah clear,” ujarnya.

    Pria bernama Endang Hendri Susandi, 28 tahun, itu mengaku membawa bom kepada kru kabin saat masuk ke dalam pesawat Batik Air rute Kupang-Jakarta dengan nomor ID6541. Mendengar hal tersebut, kru pesawat langsung memberi tahu kapten pilot. Tak lama kemudian, seluruh penumpang diminta untuk turun kembali tanpa diberi tahu alasan yang sebenarnya.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.